1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Snowden Masih Menghilang

25 Juni 2013

Pembocor data intelijen AS, Edward Snowden belum jelas diketahui berada dimana. Jerman mengeritik program penyadapan Inggris Tempora.

https://p.dw.com/p/18vRS
People look the passenger plane, flight SU 150 to Havana at the Moscow Sheremetyevo airport on June 24, 2013.
Pesawat tanpa Edward SnowdenFoto: KIRILL KUDRYAVTSEV/AFP/Getty Images

Tadinya santer diberitakan bahwa Edward Snowden sudah meninggalkan Rusia dengan penerbangan menuju Kuba. Tapi ternyata Snowden tidak berada dalam pesawat itu.

Amerika Serikat menuntut agar Rusia menyerahkan Edward Snowden yang menghadapi tuduhan pembocoran rahasia dan pencurian dokumen negara. Sementara Jerman mempertanyakan program penyadapan Inggris yang dinamakan "Tempora". Menurut media di Jerman, Inggris menyadap data-data dari kabel internet bawah laut yang menghubungkan Jerman dengan Inggris dan Amerika.

Penyadapan Data NSA Sejak 2004

Mantan Wakil Presiden AS Dick Cheney hari Senin (24/06) menyatakan, dia sudah memberitahu kepada anggota kongres baik dari kubu Demokrat maupun Republik, bahwa NSA melakukan penyadapan komunikasi internet. Menurut Cheney, ia meminta anggota Kongres merahasiakan hal itu.

Menurut Cheney, program penyadapan NSA memberi hasil yang sangat baik dalam upaya pencegahan serangan teror. Mengenai program penyadapan PRISM, Cheney mengatakan hal itu memang sangat dirahasiakan. "Sayangnya sekarang terungkap ke publik".

Jurubicara Gedung Putih, Jay Carney meminta kepada Rusia agar menggunakan "segala opsi" untuk menemukan Edward Snowden dan mengirimnya kembali ke Amerika Serikat. Carney menyatakan ia yakin Snowden masih berada di Rusia.

Desak Ekstradisi

Amerika Serikat juga mengeritik China yang mengijinkan Snowden terbang dari Hongkong menuju Moskow. Amerika Serikat sebelumnya sudah menarik paspor mantan anggota dinas rahasia itu. "Keputusan ini harus dipertanyakan akan akan punya dampak negatif dalam hubungan Amerika dan Cina", tandas Carney.

Menteri Luar Negeri Ekuador Ricardo Patino yang sedang melakukan kunjungan di Vietnam menyatakan, pihaknya sudah menerima permohonan hak suaka dari Snowden. Patino menegaskan, negaranya akan mempertimbangkan suaka politik ini berdasarkan prinsip "kebebasan berekspresi dan keamanan warganya di seluruh dunia".

Menteri Luar Negeri AS John Kerry menegaskan, Snowden melakukan pelanggaran hukum. "Ia seorang yang menghadapi gugatan. Dia kelihatan menempatkan dirinya di atas hukum dan sudah mengkhianati negaranya", kata Kerry.

Jerman Protes Penyadapan Inggris

Dari data-data yang dibocorkan Snowden terungkap bahwa Inggris juga melakukan penyadapan besar-besaran dengan program "Tempora". Menurut laporan media, 18 bulan lalu dinas rahasia Inggris GCHQ menyadap data internet dan telekomunikasi selama 30 hari.

Harian Jerman Süddeutsche Zeitung dan stasiun siaran NDR memberitakan, Inggris menyadap kabel internet bawah laut TAT-14. Jaringan kabel sepanjang 15.000 kilometer itu menghubungkan Jerman ke Inggris dan Amerika Serikat.

Jurubicara pemerintah Jerman Steffen Seibert menerangkan, Jerman ingin keterangan jelas dari Inggris tentang "dasar hukum dan seberapa luas" aksi penyadapan itu dilakukan. Ketua komisi intelijen di parlemen Jerman Bundestag, Thomas Oppermann menandaskan, dibutuhkan segera aturan menyeluruh di Uni Eropa mengenai perlindungan data-data pribadi.

Seorang pejabat senior di Kementerian Dalam Negeri Jerman, Ulrich Weinbrenner menyatakan, secara umum sudah diketahui bahwa dinas rahasia punya berbagai program penyadapan internet.

hp/ab (rtr, afp, dpa)