1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Upaya Mengobati Penyakit Tinnitus

Sten-Zimon27 Desember 2012

Diperkirakan, di Jerman tiga sampai delapan juta orang menderita tinnitus. Dalam sejumlah kasus, tinnitus dapat mudah diterapi, jika diketahui penyebabnya.

https://p.dw.com/p/13pXr
Mann hält sich mit verzerrtem Gesicht die Ohren zu
Simbol gambar penderita tinitusFoto: picture alliance/Bildagentur-online

Jika orang tidak menderita tinnitus, akan sulit mengerti apa yang terjadi dalam telinga pasien penderita tinnitus. Penderita tinnitus mendengar terus menerus nada mendenging tinggi dalam telinga, yang hanya dapat teredam sekali-kali, jika suara di sekitar pasien melampaui kerasnya suara mendenging dalam telinganya. Paling buruk pada malam hari, jika keadaan sekitar lebih sepi, suara mendenging dalam telinga itu terdengar jauh lebih jelas daripada siang hari.

Sebuah mesin baru dari perusahan teknik kesehatan ANM diharapkan dapat membantu pasien. Meski demikian harus dibedakan dua jenis tinnitus, yakni tinnitus obyektif dan subyektif. Tinnitus obyektif ditimbulkan oleh sumber suara pengganggu yang memang konkrit ada, misalnya karena bentuk geraham yang tidak sempurna atau menyempitnya pembuluh darah dalam telinga. Kasus ini tidak dapat diobati dengan alat baru untuk terapi tinnitus. Demikian dikatakan Claus Martini, pimpinan perusahaan ANM: „Yang kami tangani adalah tinnitus subyektif yang umumnya terjadi akibat kurangnya input dari bagian dalam telinga. Dan kurangnya input ini dapat ditimbulkan beberapa penyebab."

HNO-Arzt © Alexander Raths #44264335 - Fotolia.com
Foto: Fotolia/Alexander Raths

Misalnya karena trauma mendengar ledakan, stres atau akibat pengaruh obat, bagian dalam telinga pada frekuensi tertentu tidak lagi mengirimkan sinyal ke otak. Bagian otak yang bertanggung jawab mengatur sinyal akustik yang disebut pusat pendengaran, bereaksi dengan gangguan fungsi.

Sel-sel saraf menjawab tidak adanya sinyal dari bagian dalam telinga dengan aktivitas meninggi dan sinkron, yang pada pasien dialami sebagai tinnitus. Sel-sel saraf pada pusat pendengaran seolah-olah melakukan pembicaraan sendiri terus menerus, 24 jam sehari, 7 hari seminggu.

Sumber Tinnitus Terletak Pada Otak

Penyebab bunyi yang mengganggu ini tidak terletak dalam telinga melainkan dalam otak. Di sinilah alat baru yang berbentuk kotak hitam dengan empat transmitter yang besarnya kurang dari ukuran kotak korek api itu berfungsi. Dijelaskan Ina Meyer dari perusahaan teknik kesehatan ANM: "Ini terhubung dengan headphone kesehatan yang mampu memainkan nada-nada terapi yang berfrekuensi tinggi. Di latar belakangnya terdapat sistem praktek lengkap dari dokter spesialis THT. Di situ berlangsung pengaturan individual terhadap nada tinitus seorang pasien. Baru kemudian nada-nada terapi diprogram pada alat kecil untuk pasien agar ia bisa membawanya pulang, dan mendengarkan nada terapi itu empat sampai enam jam sehari. Terapi ini bisa berlangsung berbulan-bulan."

sound © willpower #4300849
Foto: Fotolia

Dengan mendengarkan susunan nada yang diprogram secara individual, sel-sel saraf belajar melupakan nada yang menimbulkan tinnitus. Sel-sel saraf yang terlalu aktif melakukan sinkronisasi distimulir secara akustik dan dengan demikian diganggu dan sengaja diputus sinkronisasinya. Karena otak mampu belajar dan menyesuaikan diri dengan perubahan, tinnitus semakin berkurang dan akhirnya hilang sama sekali.

Selama tiga bulan setiap pasien dapat mencoba alat baru itu secara gratis. Dalam waktu singkat ini juga sudah ditunjukkan tanda-tanda berkurangnya tinnitus. Baru kemudian pasien tinnitus bersama-sama dengan dokter THT dapat memutuskan apakah mereka bersedia mengeluarkan investasi 2700 Euro untuk alat terapi tersebut, dengan harapan suatu saat suara berdengung atau mendenging di telinganya hilang sepenuhnya.