1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

24 Tahun Tragedi Tiananmen

cp/vlz (ap, afp, rtr)4 Juni 2013

Aktivis di Cina memanfaatkan jejaring sosial untuk mendorong warga mengenakan kaos hitam pada peringatan 24 tahun tragedi berdarah lapangan Tiananmen. Sementara AS mendesak Beijing bertanggung jawab.

https://p.dw.com/p/18iyC
Foto: AP

Kekerasan militer Cina terhadap pengunjuk rasa pro-demokrasi pada 4 Juni 1989 menewaskan ratusan orang, atau bahkan lebih. Perkiraan tidak resmi menyebut korban tewas antara 200 hingga lebih dari 3.000 orang. Pemerintah Cina tidak pernah mengungkap apa yang sebenarnya terjadi pada hari itu dan mencap demonstrasi sebagai "kerusuhan kontra-revolusi."

Seorang lelaki berdiri memblokade barisan tank di lapangan Tiananmen 5 Juni 1989 memprotes kekerasan terhadap demonstran pro-demokrasi
Seorang lelaki berdiri memblokade barisan tank di lapangan Tiananmen 5 Juni 1989 memprotes kekerasan terhadap demonstran pro-demokrasiFoto: AP

Insiden tersebut tetap menjadi topik yang tabu di Cina, namun meningkatnya penggunaan situs seperti Twitter yakni Weibo dan jejaring sosial lainnya - meski di bawah sensor ketat - menyulitkan pemerintah untuk mengontrol semua informasi menyangkut tragedi Tiananmen.

Aktivis HAM Hu Jia melalui dunia maya mengajak warga untuk memakai kaos hitam pada hari Selasa (04/06/13) atau menyalakan lilin di rumah pada Senin (03/06/13) malam. "Berkat Weibo, kini lebih banyak orang yang mengetahui dan memikirkan insiden tersebut dari masa kapanpun dalam 24 tahun terakhir," ungkapnya.

Meski protes di daratan Cina tidak memungkinkan, puluhan ribu warga berkumpul memperingati pada tahun-tahun sebelumnya di Taman Victoria Hong Kong. "Saat penyebaran informasi memperoleh momentum, cepat atau lambat, suatu hari sebuah obor akan diteruskan dari Taman Victoria di Hong Kong ke lapangan Tiananmen di Beijing," ujar Hu.

Beijing Masih Berkelit

Pekan lalu, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menyerukan kepada Beijing untuk mempertanggungjawabkan jumlah korban tewas, mereka yang ditangkap atau hilang pada pembantaian lapangan Tiananmen tahun 1989 dan mengakhiri pelanggaran HAM terhadap para aktivis dan keluarga mereka.

Jurubicara Kementerian Luar Negeri Cina Hong Lei hari Senin (03/06/13) menjawab: "Dalam lebih dari 20 tahun, Cina mencapai sukses besar secara ekonomi, sosial dan budaya, dan warga Cina menikmati hak dan kebebasan yang luas, seperti yang dapat dilihat semua orang."

Puluhan ribu warga ikut serta memperingati Tragedi Tiananmen ke-23 di Taman Victoria Hong Kong
Puluhan ribu warga ikut serta memperingati Tragedi Tiananmen ke-23 di Taman Victoria Hong KongFoto: Reuters

"Kami harap negara yang bersangkutan tidak berprasangka buruk, menghormati fakta dan tidak menggunakan isu tersebut untuk ikut campur urusan internal Cina atau mempengaruhi hubungan Cina-Amerika Serikat," tegasnya.

Eksperimen Sensor Internet

Menjelang peringatan ke-24 tragedi Tiananmen, Beijing bereksperimen dengan metode sensor internet yang lebih halus. Dulu, pencarian dengan kata kunci terkait kejadian 4 Juni 1989 selalu mendapatkan hasil: "Menurut hukum, regulasi dan kebijakan yang berlaku, hasil pencarian tidak dapat ditampilkan."

Namun GreatFire.org mengatakan kini pencarian seperti "Insiden 4 Juni" membuahkan hasil yang tampaknya sudah dipilih secara hati-hati. Pengguna internet ditipu untuk mempercayai bahwa kata kunci yang mereka cari bukanlah topik yang sensitif. Pencarian "Insiden Tiananmen" menghasilkan tautan dari kejadian yang sama sekali tidak bersangkutan di lapangan Tiananmen pada tahun 1976. Organisasi tersebut menilai langkah ini sebagai contoh bentuk sensor terburuk.

cp/vlz (ap, afp, rtr)