1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Sigmar Gabriel Kembali Terpilih Memimpin SPD

Bettina Marx15 November 2013

Lebih 80 persen anggota delegasi SPD kembali memilih Sigmar Gabriel sebagai pemimpin partai. SPD mempersiapkan Gabriel untuk menjadi Wakil Angela Merkel.

https://p.dw.com/p/1AIIU
Foto: Reuters

Sekitar 600 anggota delegasi hadir dalam Kongres Partai SPD di Leipzig yang berlangsung sejak hari Kamis (14/11/13). Dalam pemilihan Ketua Umum, Sigmar Gabriel mendapat 467 suara setuju, atau 83,6 persen. Hasil ini lebih buruk dari tahun 2011, ketika ia mendapat 91,6 persen suara.

Kongres partai SPD diselenggarakan di tengah perundingan koalisi dengan CDU/CSU dibawah pimpinan Angela Merkel. Diskusi yang muncul di kalangan SPD cukup sengit tentang pentingnya berkoalisi dengan CDU, yang dulu menjadi lawan politiknya. Selama kampanye pemilu, SPD sering mengeritik kebijakan Merkel.

Karena itu, pidato Sigmar Gabriel di hadapan peserta kongres lain dari biasanya. Tidak dipenuhi dengan emosi yang tinggi dan retorika keras, melainkan analisa yang dingin tentang situasi SPD saat ini. Gabriel menegaskan, sebagai ketua partai ia bertanggung jawab penuh atas hasil buruk dalam pemilu parlemen September lalu.

"SPD punya masalah lemahnya kepercayaan masyarakat", kata Gabriel dan menerangkan, bagi kebanyakan pemilih Jerman, perekonomian yang stabil jauh lebih penting daripada keadilan sosial yang menjadi fokus perjuangan SPD.

Kekalahan pahit

Pada pemilu September lalu SPD hanya berhasil merebut 25,7% suara, tertinggal jauh dari CDU yang meraup 41,5%. SPD dan Partai Hijau tidak punya cukup suara untuk membentuk pemerintahan. SPD akhirnya berunding dengan CDU untuk membentuk koalisi besar.

Sigmar Gabriel berterimakasih kepada Peer Steinbrück, kandidat utama yang diajukan SPD untuk berhadapan dengan Kanselir Merkel. "Kita maju sebagai sahabat, dan kita mengakhiri (pemilu) sebagai sahabat", kata Gabriel. Selama kampanye pemilu, banyak pengamat berpendapat, Gabriel tidak mendukung Steinbrück sepenuh hati karena tidak setuju dengan beberapa pandangan Steinbrück. Tapi dalam kongres SPD di Leipzig, Gabriel berusaha menyatukan anggota partai untuk menatap ke masa depan.

Menjadi wakil Merkel?

Sigmar Gabriel yang kini berusia 54 tahun diperkirakan akan menjadi wakil Angela Merkel, seandainya terbentuk koalisi besar. Untuk itu, jajaran pimpinan SPD masih harus melakukan perundingan alot dengan CDU. Karena banyak anggota SPD yang masih skeptis dengan koalisi besar. SPD harus membuktikan pada para anggotanya, bahwa agenda besar mereka bisa diterima oleh CDU/CSU. Seperti misalnya upah minimum yang berlaku di seluruh Jerman, yang menjadi tuntutan utama SPD selama kampanye.

Masalah utama Sigmar Gabriel sebagai Ketua SPD adalah, bagaimana memenangkan dukungan anggota SPD untuk koalisi besar. Karena untuk pertama kalinya dalam sejarah Jerman, SPD bulan Desember akan melakukan pemungutan suara di antara anggota partai tentang koalisi besar.

Jika mayoritas anggota SPD menolak koalisi besar, itu akan punya dampak besar bagi partai. Karena itu berarti, seluruh jajaran pimpinan SPD telah gagal dan harus mundur.