1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Wrong language? Change it here. DW.DE has chosen Bahasa Indonesia as your language setting.

jejaring sosial

Deutsche Welle mengajak Anda untuk berdialog bersama di Twitter dan Facebook.

  • Merayakan Keanekaragaman

    Merayakan Toleransi

    Pawai jadi atraksi utama Karnaval setiap tahunnya. Berkat cuaca bagus, pawai tahun ini menarik pengunjung hingga sekitar 700.000. Acara berlangsung hingga sembilan jam.

  • Merayakan Keanekaragaman

    Kreuzberg Berdansa

    Pawai yang melewati bagian kota Kreuzberg, panjangnya sekitar tiga kilometer. Bagian kota Berlin ini dianggap sebagai daerah yang dihuni warga dengan beragam latar belakang budaya.

  • Merayakan Keanekaragaman

    Pesta untuk Semua Orang

    Biasanya warga keturunan Turki yang mencitrakan kawasan Kreuzberg. Tapi pada Karnaval Kebudayaan, hampir semua kebudayaan terwakili. Warga Berlin seluruhnya berasal dari 180 negara. Sekitar 460.000 warga Berlin punya paspor asing. Ini alasan bagus untuk menggelar perayaan.

  • Merayakan Keanekaragaman

    Kegembiraan Yang Mahal

    Menjelang karnaval tahun ini terjadi aksi protes. Karena setelah diadakan 18 tahun, perayaan sepenuhnya dibiayai peserta. Termasuk sewa mobil pawai, generator, pembuatan kostum dan sebagainya. Para peserta menuntut dibentuk yayasan dana karnaval kebudayaan yang di masa depan bisa ikut membantu pembiayaan.

  • Merayakan Keanekaragaman

    Pengunjung Membludak

    Sekitar 700.000 orang hadir dalam perayaan tahun ini dan membuat foto. Pengunjung juga mengenakan kostum. Untuk jarak empat kilometer dari Hermannplatz sampai Yorckstraße, pawai butuh waktu berjam-jam.

  • Merayakan Keanekaragaman

    Samba di Berlin

    Banyak kelompok dansa dari Amerika Latin mewarnai perayaan di Berlin, yang dipengaruhi karnaval Brasil di Rio de Janeiro. Di Berlin yang sering bersuhu dingin, kostum seperti ini jarang terlihat.

  • Merayakan Keanekaragaman

    Berlin Juga Bisa Berkarnaval!

    Berlin merayakan karnaval untuk pertama kalinya tahun 1996. Idenya adalah, mencari variasi bagi karnaval yang secara tradisional dirayakan di gereja Katolik, dan berpusat di daerah Rheinland, dan biasanya berlangsung bulan Februari. Penyelenggara adalah organisasi "Werkstatt der Kulturen" (Bengkel Kebudayaan) yang berada di Berlin.

  • Merayakan Keanekaragaman

    Panutan dan Yang Meniru

    Panutan karnaval di Berlin adalah acara serupa di berbagai kota besar dunia, misalnya "Notting Hill Carnival" di London. Sejak 1960-an, setiap Agustus, warga London merayakan penghargaan nilai-nilai seperti toleransi dan kebersamaan. Karnaval Kebudayaan seperti di Berlin juga diselenggarakan di kota-kota lain Jerman, misalnya di Köln dan Bielefeld.

  • Merayakan Keanekaragaman

    Warga Kecil Berlin

    Sejak kecil anak-anak di Berlin sudah dididik untuk mengerti dan memperaktekkan toleransi. Jadi sebelum pawai orang dewasa, sehari sebelumnya sudah diadakan karnaval kebudayaan bagi anak-anak. Tahun ini sekitar 1.500 anak ikut serta. Motonya: "Dengan genderang dan alat tiup kita selamatkan kura-kura laut!"

  • Merayakan Keanekaragaman

    Sampai Jumpa Lagi tahun 2014!

    Warga Berlin sekarang mencintai karnavalnya, dan bertekad kembali jadi tuan rumah yang baik tahun 2014. Hari Pantekosta tahun depan jatuh pada tanggal 8 Juni. Di hari itu, warga Berlin dan bukan warga Berlin kembali berdansa bersama!


    Penulis: Friedel Taube | Editor: Marjory Linardy / Agus Setiawan