1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Peraturan Kuota Penangkapan Ikan

Steffi Höppner7 Februari 2013

Penangkapan ikan yang berlebihan terjadi secara meluas, juga di Eropa. Parlemen Uni Eropa bertindak untuk mencegahnya melalui peraturan kuota penangkapan, terutama bagi jenis ikan tertentu.

https://p.dw.com/p/17a2q
Fischfang ist für Island eine der Haupteinnahmequellen (Archivaufnahme vom 17.12.2008). Bei einem Beitritt zur EU dürften die bislang geltenden traditionen und Quoten ein Streitpunkt werden.
Foto: picture-alliance/Arved Gintenreiter

Orang Jerman menyukai ikan salem Alaska, dan juga ikan haring serta ikan tongkol. Setiap orang Jerman rata-rata mengkonsumsi sekitar 15 kilo ikan per tahun. Demikian menurut hasil studi organisasi perlindungan lingkungan WWF. Namun kehidupan ikan yang digemari banyak orang dan disarankan para ahli pangan untuk disantap itu, kini terancam. Cadangan 47 persen ikan yang hidup di Atlantik dan 90 persen di Laut Tengah dianggap terkuras.

Pakar perikanan Thilo Maack dari organisasi perlindungan alam Greenpeace mengatakan kepada Deutsche Welle bahwa akibat dari penangkapan ikan yang berlebihan cukup dramatis. Semakin banyak ikan dari laut-laut yang lokasinya jauh diimpor ke Eropa. Misalnya ikan dari Laut Bering di antara Alaska dan Rusia. Ini mengganggu sistem ekologi. Pasar-pasar Afrika akan ambruk jika kapal-kapal Uni Eropa (UE) kini juga mencari ikan di perairan Afrika, lalu mengekspornya ke negara-negara di benua tersebut.

Rostock (Mecklenburg-Vorpommern): Im Rostocker Fischreihafen liegen am 03.11.2000 drei Fischtrawler der Mecklenburger Hochseefischerei GmbH (links vorn), im Hintergrund zwei weitere Trawler der Pirofisch GmbH. Die Hochseetrawler werden als Winterlieger die nächsten Monate in ihrem Heimathafen verbringen, bevor sie im kommenden Frühjahr wieder auf Fischfang gehen werden. (ROS40-061100)
Kapal penangkap ikan di pelabuhan ikan Rostock, JermanFoto: picture-alliance/ ZB

40 persen ikan dibuang ke laut

Uni Eropa sekarang ingin mengakhiri penangkapan ikan yang berlebihan. Hasil penelitian ilmiah akan menentukan, ikan apa yang akan terkena kuota dan berapa besar kuotanya. Pembuangan ikan tangkapan sampingan (by-catch) ke laut juga akan dikurangi secara bertahap, dan mulai 2017 akan dilarang. Pasalnya, hingga kini sekitar 40 persen ikan dibuang kembali ke laut untuk memenuhi persyaratan kuota. Juga "ikan dan hewan laut tangkapan sampingan yang tidak diinginkan" dan dinilai sebagai tidak berharga, dilempar kembali ke laut. Padahal kebanyakan dari ikan tersebut sudah mati.

Ini merupakan keberhasilan besar dalam perang melawan penangkapan ikan yang berlebihan di laut dan merupakan langkah sangat penting bagi "perikanan UE yang berkelanjutan", ujar Thilo Maack. Kebijakan tersebut diharapkan dapat mencegah ancaman terkurasnya ikan tertentu, misalnya ikan kod Laut Utara.

Geschickt filitiert wird dieser Dorsch am Donnerstag, 11. Januar 2001, auf einem Ein-Mann-Kutter in Laboe an der Ostsee. Von dem beliebten Fisch ist derzeit reichlich zu haben. Noch steht die von der Europaeischen Union festgeschriebene Dorschquote nicht fest, doch die deutschen Ostseefischer rechnen mit einer aehnlich hohen Quote von rund 12800 Tonnen wie im letzten Jahr. Die Dorschbestaende sollen sich in der westlichen Ostsee zwischen Flensburg und Ruegen erholt haben, auf die gesamte Ostsee bezogenwird die Menge jedoch als gering bezeichnet. (AP Photo/Heribert Proepper)
Ikan kodFoto: AP

Perlu peningkatan riset untuk perbaikan jala

Pakar lingkungan terutama mengharapkan adanya pengembangan ilmiah menyangkut perikanan yang mengarah pada penghentian by-catch: "Untuk mengurangi by-catch dan suatu waktu melarangnya diperlukan jala yang tidak mematikan ikan-ikan." Jadi setelah dipilah, ikan tangkapan sampingan itu bisa dikembalikan ke laut karena masih hidup.

Maack menyinggung beberapa kasus, misalnya untuk pengkapan satu kilo ikan sole (lidah) dari Laut Utara terdapat ikan tangkapan sampingan sejumlah 12 kilo. "Karena itu, larangan pembuangan by-catch akan memaksa para nelayan untuk mengembangkan metode penangkapan lain."

Ikatan Organisasi Perikanan sambut baik kebijakan baru

Cukup banyak yang akan terkena peraturan ini: sekitar 84.000 kapal UE beroperasi di laut-laut. Sekitar 1600 dari kapal itu berasal dari Jerman. Demikian menurut kementrian pertanian. Secara keseluruhan, sekitar 40.000 orang bekerja dalam sektor ini di Jerman. Ikatan Organisasi Perikanan Jerman melihat positif rencana perubahan ini.

Claus Ubl yang bertanggung jawab untuk urusan media mengatakan kepada DW: "Tujuan utama adalah penghindaran tangkapan sampingan. Pencegahan itu dimulai di laut dan tidak setelah tangkapan sudah terjebak di jala." Ia juga menginginkan pengembangan kualitas jala dan mengatakan, sudah banyak penangkapan ikan dengan by-catch dalam jumlah kecil.

Fisherman Joe Sava, of Gloucester, Mass., pulling his catch of codfish, struggles as he makes his way up a slippery ramp at the Jodrey State Pier during a winter storm, Saturday, Jan. 8, 2005 in Gloucester, Mass. Billy Rose of Gloucester, Mass. is behind. (AP Photo/Lisa Poole)
Nelayan dengan tangkapan ikan kodFoto: AP

Secara umum Claus Ubl melihat Eropa menuju jalan yang benar: "2007 UE menemukan bahwa terjadi penangkapan yang berlebihan pada 94 persen cadangan. Tahun lalu jumlah menurun menjadi 47 persen." Bila cadangan meningkat, sektor perikanan jugalah yang akan mengambil keuntungan, karena kuota penangkapan akan dinaikkan.

Perdebatan alot

Pakar Greenpeace Maack terutama mengharapkan munculnya perubahan sikap yang meluas. "Kami ingin perubahan paradigma dalam perikanan. Kami ingin perikanan yang berskala kecil, cermat dan regional, di mana ikan yang misalnya ditangkap di perairan Schleswig-Holstein juga dipasarkan di Schleswig-Holstein." Pihak yang beroperasi paling berkelanjutan juga akan mendapat keuntungan yang paling banyak.

Namun, sebelum perubahan mendasar dapat dimulai, Dewan Menteri UE harus menyetujui peraturan perikanan baru itu. Diperkirakan akan terjadi perdebatan besar, sebab ada negara UE yang merasa bahwa rencana Komisi UE dan Parlemen itu melangkah terlalu jauh.