1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Pemberontak Suriah Terpukul Mundur

Agus Setiawan21 Mei 2013

Setelah penembakan yang dilakukan rezim Bashar al Assad, pertempuran kini terjadi di kota markas besar pemberontak, Kussair. Di pihak Assad juga ikut berperang milisi Hisbullah dari Libanon.

https://p.dw.com/p/18bSG
A man stands in a damaged street filled with rubble in Deir al-Zor, May 18, 2013. Picture taken May 18, 2013. REUTERS/Khalil Ashawi (SYRIA - Tags: POLITICS CIVIL UNREST CONFLICT)
Syrien Konflikt Krieg Bürgerkrieg ZerstörungFoto: Reuters

Kota Kussair, yang penting secara strategis, sejak tahun lalu berada di tangan oposisi. Misalnya sebagai tempat bongkar muat bagi senjata-senjata yang diselundupkan, serta barang-barang lain. Kota itu juga menjadi koridor ke Laut Tengah. Presiden Bashar al Assad berusaha sebaik mungkjn untuk menguasai daerah yang berada di sebelah utara Damaskus. Untuk itu, markas besar pemberontak di dekat perbatasan dengan Libanon harus dikuasai terlebih dahulu.

Dukungan dari Hisbullah

Daerah-daerah sekeliling sudah diduduki militer sejak beberapa pekan lalu. Sekarang, setelah terjadinya penembakan besar-besaran oleh jet tempur dan artileri, serangan darat dilakukan, dengan didukung panser. Oposisi menyatakan kedua belah pihak kehilangan banyak nyawa. Diperkirakan 110 roang tewas.

Sejak Minggu (19/05/13) diperkirakan sedikitnya 28 anggota milisi Hisbullah juga tewas, dan lebih dari 70 cedera. Demikian keterangan kelompok pengamat Suriah yang berada di pengasingan, di London. Tentara bayaran tersebut mendukung penempatan tentara pemerintah di garis depan.

Setelah pertempuran besar, militer berhasil menguasai pusat kota. Para pemberontak dipaksa untuk menarik diri, termasuk juga para pejuang Al Nusra, yang dekat dengan Al Kaida. Demikian keterangan oposisi. Serangan udara dampaknya sangat merugikan oposisi.

Former leader of the Syrian National Coalition (SNC) Moaz al-Khatib (4th R) looks up during a conference of Syrian opposition groups in Madrid May 20, 2013. Representatives of the Syrian opposition met in Madrid on Monday to consolidate their position and attempt to find a political solution to a conflict that in over two years has left about 70,000 dead, according to the UN. REUTERS/Susana Vera (SPAIN - Tags: POLITICS CONFLICT)
Wakil oposisi Suriah yang hadir dalam pertemuan di Madrid (20/05/13)Foto: Reuters

Kelompok oposisi terpenting, Koalisi Nasional menyatakan kekhawatiran tentang genosida warga sipil di kota itu. Wakil gerakan perlawanan mengatakan, jika Kussair jatuh sepenuhnya, kota Homs yang juga jadi markas pemberontak tidak dapat dipertahankan.

Diplomasi Tak Berdaya

Liga Arab menyerukan diadakannya sidang darurat Kamis mendatang (23/05/13). Sedangkan Senin, 20 Mei, para wakil kelompok oposisi Suriah bertemu di Madrid untuk mendiskusikan pendekatan antar kelompok. Hal itu disampaikan departemen luar negeri Spanyol.

Sementara itu, Presiden Assad kembali menolak mengundurkan diri. "Pengunduran diri sama dengan melarikan diri," demikian dikatakan Assad dalam wawancara dengan Media Argentina. Ia menyatakan skeptis bahwa rencana AS dan Rusia untuk mengadakan konferensi untuk menyelesaikan konflik akan berhasil.

ml/vlz (afpe, APE, rtre)