1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Erdogan Rayakan Kemenangan di Turki

31 Maret 2014

Partai AKP pimpinan PM Erdogan meraih kemenangan besar dalam pemilu komunal di Turki. Erdogan mengancam akan membalas lawan-lawan politik yang mengeritiknya selama kampanye.

https://p.dw.com/p/1BYyw
Foto: picture alliance/AP Photo

Partai AKP dari PM Recep Tayyip Erdogan mengumumkan kemenangan besar dalam pemilu komunal di Turki. Menurut perhitungan sementara, AKP secara akumulatif berhasil meraih 45 persen suara. Partai oposisi terbesar, CHP, hanya mendapat sekitar 28 persen.

Di hadapan ribuan pendukungnya di Ankara, Erdogan menyatakan hasil pemilu komunal ini adalah kemenangan besar bagi AKP. Ia bertekad melanjutkan haluan pemerintahan saat ini, kata Erdogan kepada pendukungnya yang mengibarkan bendera Turki dan slogan-slogan "Turki Bangga Padamu".

Erdogan menuduh para lawan politiknya telah bertindak mengkhianati negara dengan berusaha menjatuhkan pemerintahannya. Mereka yang melakukan itu "akan membayar" untuk tindakannya, kata Erdogan di Kantor Pusat AKP di Ankara.

Kandidat AKP menang

PM Recep Tayyip Erdogan selama beberapa bulan terakhir menghadapi tekanan berat karena berbagai tuduhan korupsi yang melibatkan anggota kabinet dan keluarganya. Ia juga mendapat penentangan keras dari oposisi atas tindakan brutal aparat keamanan menghadapi aksi protes Taman Gezi tahun lalu.

Tapi dalam pemilihan komunal yang berlangsung hari Minggu (30/03/14), partai AKP berhasil menang jauh atas partai-partai oposisi. Tadinya oposisi berharap akan mampu merebut paling sedikit kursi walikota di Istanbul dan Ankara. Tapi kandidat AKP berhasil menang di kedua kota itu. Oposisi kini menuduh pemerintah melakukan manipulasi.

Persaingan ketat memang terlihat di Ankara dan Istanbul. Situasi sempat tegang ketika media melaporkan hasil pemilu yang berbeda-beda. Aparat keamanan sepanjang malam dikerahkan menjaga lokasi-lokasi strategis untuk mencegah aksi protes meluas.

Maju dalam pemilu presiden

Sebelumnya, banyak pengamat menilai pemilu komunal ini sebagai tes bagi AKP setelah terjadi aksi protes terhadap pemerintahan Erdogan selama berbulan-bulan. Karena berbagai kritik terus muncul di internet, PM Erdogan memerintahkan pemblokiran Twitter dan Youtube.

Kampanye pemilu di beberapa tempat sempat dibayangi oleh aksi kerusuhan antara pendukung parpol. Dalam bentrokan yang terjadi di Turki tenggara, 9 orang dilaporkan tewas dan 60 lainnya luka-luka.

Erdogan, yang telah menjabat sebagai Perdana Menteri untuk tiga masa jabatan, bermaksud mencalonkan diri dalam pemilu presiden bulan Agustus mendatang.

hp/vlz (dpa, afp)