1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Mencari Kerja di Jerman

Naomi Conrad2 Juli 2013

Banyak tenaga kerja di Eropa Selatan sekarang belajar Bahasa Jerman. Di Jerman masih banyak dibutuhkan insinyur dan juru rawat. Tapi tidak mudah untuk bisa menetap di sini.

https://p.dw.com/p/190EV
Goethe-Institut Berlin
Goethe-Institut BerlinFoto: Goethe-Institut/Sonja Tobias

Sejak dua tahun terakhir, minat remaja Eropa untuk belajar Bahasa Jerman meningkat pesat. Perubahan ini memang sangat terasa, kata juru bicara Goethe Institut Christoph Mücher. Beberapa waktu lalu ia berkunjung ke Portugal. Di sana dia melihat bagaimana para pelajar sangat giat belajar bahasa Jerman. "Saya belum pernah melihat pelajar dengan motivasi yang begitu besar."

Sejak dua tahun, krisis ekonomi melanda negara-negara Eropa Selatan seperti Yunani, Spanyol, Portugal dan Italia. Terutama generasi muda sulit mendapat pekerjaan di negaranya. Sejak itu, mereka beramai-ramai mendaftar di Goethe Institut untuk belajar bahasa Jerman, agar bisa mencari pekerjaan di Jerman.

Karena itu, para tenaga pengajar di Goethe Institut mengembangkan kurikulum khusus untuk insinyur, dokter dan juru rawat. Di Yunani, ada program khusus dengan biaya kursus yang murah untuk anak muda yang menganggur. Mereka bisa belajar Bahasa Jerman siang hari, sementara orang lain bekerja.

Kekurangan Tenaga Kerja Berpendidikan

Mücher mengatakan, banyak perusahaan Jerman yang mencari tenaga kerja berpendidikan bertanya ke Goethe Institut. Dia lalu mengirim mereka ke Kamar Dagang dan Dinas Tenaga Kerja. Christina Ramb dari Asosiasi Pengusaha Jerman memperkirakan, sampai tahun 2030 Jerman akan kekurangan 4 juta tenaga kerja terdidik.

Sekarang saja, Jerman mulai kekurangan juru rawat, dokter, insinyur dan spesialis bidang teknologi komunikasi. Untuk memenuhi kebutuhan ini, kata Ramb, perlu dilakukan strategi ganda. Yaitu memberi peluang lebih besar kepada perempuan dan tenaga kerja yang sudah tua, dan mencari tenaga kerja di luar negeri.

Selama beberapa tahun terakhir, pemerintah Jerman mulai melonggarkan undang-undang untuk tenaga kerja asing yang ingin bekerja di Jerman. Melalui internet disebarkan informasi bagaimana untuk mendapat ijin kerja di Jerman.

Selain itu, Jerman membuka pusat-pusat pelatihan untuk tenaga kerja asing. Awal tahun ini, Dinas Tenaga Kerja membuat perjanjian khusus dengan Bosnia-Herzegowina dan Filipina. Bulan Maret lalu, Jerman menandatangani perjanjian dengan pemerintah India untuk membantu pengajaran Bahasa Jerman di sekolah-sekolah di India.

Goethe Institut ditugaskan mendidik tenaga pengajar bahasa Jerman yang nantinya akan mengajar di sekitar 1.000 sekolah India. Targetnya adalah, sekitar satu juta murid-murid bisa mengenal Jerman. Tenaga kerja muda di bidang teknologi komunikasi diharapkan akan tertarik bekerja di Jerman dan tidak pergi ke Inggris atau Amerika Serikat.

Belum Ada Data yang Jelas

Sampai sekarang masih belum jelas berapa tenaga ahli asing yang akhirnya datang dan menetap di Jerman. Menurut Dinas Tenaga Kerja, pertengahan 2012 tercatat ada 2,2 juta tenaga kerja asing yang tercatat bekerja dan membayar pajak di Jerman. Tapi dalam stastistik itu tercatat juga pekerja di daerah perbatasan yang bekerja di Jerman tapi tetap tinggal di luar negeri.

Tahun 2013, Dinas Tenaga Kerja membantu sekitar 700 orang, kebanyakan dari Eropa Selatan, untuk mendapat pekerjaan di Jerman. Selain Dinas Tenaga Kerja, ada juga perusahaan swasta yang membantu pekerja asing mendapat pekerjaan di Jerman, walaupun birokrasi untuk pengakuan ijazah dari luar negeri masih tetap sulit.

Berapa tenaga kerja asing yang datang dari luar negeri dan akhirnya menetap di Jerman juga belum diketahui. Menurut konsultan tenaga kerja Ulrike Heitzer-Priem, banyak pekerja ahli yang kemduian kembali lagi ke negaranya. Alasannya, mereka merasa tidak betah di Jerman.

Di kebanyakan perusahaan Jerman, bahasa yang dipakai hanya Bahasa Jerman. Ini membuat tenaga ahli asing merasa sulit bekerja. Selain itu, ada juga alasan geografis. Perusahaan Jerman merekrut tenaga kerja di kota-kota besar, misalnya di Barcelona atau Lissabon. Tapi di Jerman, tenaga ahli itu ditempatkan di daerah pedesaan kecil. "Di daerah pedalaman," kata Heitzer-Priem. Tentu saja, ini kualitas hidup yang sangat berbeda.