1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Malaysia Airlines Akan Kurangi Karyawan

29 Agustus 2014

Maskapai penerbangan milik Malaysia berencana melakukan PHK terhadap 30 persen karyawannya, sebagai bagian dari program restrukturisasi. Maskapai ini menelan kerugian berat pasca bencana yang menimpa dua pesawatnya.

https://p.dw.com/p/1D3e8
Foto: Manan Vatsyayana/AFP/Getty Images

Perusahanan investasi milik negara, Khazanah Nasional, yang memegang 69 persen saham Malaysia Airlines, mengatakan, Jumat (29/08/14), bahwa dua kecelakaan yang menimpa dua pesawat tahun ini, penerbangan MH370 dan MH17, serta krisis keuangan yang tengah melanda, menjadi alasan untuk melakukan pembenahan. “Kami perlu satu awal baru,” dikatakan Direktur Azman Mokhtar.

Diperlukan biaya sekitar 1,44 miliar Euro untuk restrukturisasi dan investasi baru. Untuk itu, staf maskapai akan dikurangi dari sekitar 20.000 orang menjadi 14.000. Selain itu, Malaysia Airlines akan menghentikan rute yang tidak menguntungkan dan akan lebih sedikit mengoperasikan penerbangan.

Dilaporkan, akhir tahun 2014 Malaysia Airlines akan dihapuskan dari bursa Kuala Lumpur. Khazanah Nasional berharap, maskapainya dapat kembali meraup keuntungan dalam tiga tahun ke depan dan kembali menjual sahamnya di bursa lima tahun mendatang.

Rencana ini dikemukakan sehari setelah Malaysia Airlines mengeluarkan laporan keuangannya. Pada kuartal ke-dua, maskapai ini mengalami kerugian sekitar 74 juta Euro. Dengan demikian, pada paruh pertama tahun 2014, Malaysia Airlines telah merugi sebesar 180 juta Euro.

Maskapai yang tergabung dalam Alliant Oneworld yang diantaranya bersama British Airways dan Japan Airlines, selama tiga tahun terakhir tidak mampu meraup untung. Penyebab keterpurukan ini antara lain adalah meningkatnya persaingan dari maskapai penerbangan murah serta citra buruk akibat hilangnya pesawan MH370 bulan Maret lalu serta kecelakaan yang menimpa MH17 di Ukraina pada bulan Juli.