1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Lee Kuan Yew, Visioner Yang Otoriter

Hendra Pasuhuk23 Maret 2015

Wafatnya tokoh karismatik Singapura Lee Kuan Yew mengundang berbagai reaksi pemimpin dunia. Banyak yang memujinya sebagai tokoh visioner. Tapi ada juga kritik tentang sikapnya yang otoriter.

https://p.dw.com/p/1EvaW
Singapur Staatsgründer Lee Kuan Yew verstorben
Foto: Toshifumi Kitamura/AFP/Getty Images

Amnesty International menyoroti "Sisi-sisi Gelap Lee Kuan Yew" dan menyebutkan, ia mengorbankan hak asasi manusia demi kemajuan ekonomi negaranya. Inilah berbagai reaksi para pemimpin dunia atas meninggalnya bekas orang kuat Singapura itu:

Presiden Indonesia Joko Widodo:

"Mendiang mantan PM adalah teman dekat Indonesia. Beliau juga dikenal sebagai salah satu tokoh politik berpengaruh di Asia. Di bawah kepemimpinannya, Singapura telah berhasil mentransformasikan diri menjadi hubungan ekonomi utama di kawasan Asia dan sejajar dengan negara-negara maju lainnya."

Presiden AS Barack Obama:

"Dia adalah raksasa dalam sejarah, yang akan tetap dikenang oleh beberapa generasi selanjutnya sebagai Bapak Singapura modern, dan sebagai seorang konseptor besar untuk politik Asia."

PM Malaysia Najib Razak:

"Saya menghargai tekadnya membangun Singapura, dari sebuah negara yang baru terbentuk menjadi kota yang modern dan dinamis yang kita saksikan saat ini."

PM India Narendra Modi:

"Sebagai negarawan visioner dan seekor singa diantara para pemimpin, Lee Kuan Yew telah memberi pelajaran berharga bagi setiap orang."

Berbagai reaksi di jejaring sosial Twitter:

Upacara kenegaraan dan pemakaman Lee Kuan Yew akan dilangsungkan tanggal 29 Maret 2015, kemudian jenazahnya akan diperabukan, demikian keterangan dari Kantor Perdana Menteri Singapura.

hp/vlz (rtr,afp, twitter)