1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Konsentrasi CO2 Capai Tingkat Tertinggi

9 September 2014

Gas rumah kaca yang diproduksi manusia mempercepat perubahan iklim. Kini ilmuwan melaporkan, konsentrasi CO2 dan Methana mencapai tingkat tertinggi dalam sejarah. Situasi ini menjadi bola liar bagi lingkungan.

https://p.dw.com/p/1D9If
RWE-Kraftwerk Niederaußem
Foto: picture-alliance/dpa/Oliver Berg

Konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer bumi mencapai tingkat tertinggi tahun lalu, menurut laporan iklim yang dipublikasikan Perserikatan Bangsa-bangsa. Juga tingkat keasaman air laut berada pada zona berbahaya.

Laporan tersebut dipublikasikan oleh Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) milik PBB pada sebuah pertemuan di Jenewa Swiss. Sekretaris Jendral WMO, Michel Jarraud mewanti-wanti, cuaca bumi akan semakin ekstrim sebagai dampak dari perubahan iklim.

"Kami tahu betul bahwa iklim berubah dan situasi meteorologis semakin ekstrim berkat aktivitas manusia," kata Jarraud. "Kita harus menghentikan tren ini dengan mengurangi produksi CO2 dan gas rumah kaca yang lain."

Mencapai Tingkat Berbahaya

Menurut laporan WMO, konsentrasi Karbondioksida atau CO2 di atmosfer pada tahun lalu tercatat 142 persen lebih tinggi ketimbang era pra industrial. Selain itu kenaikan konsentrasi CO2 pada tahun 2012 dan 2013 merupakan yang paling tinggi ejak 30 tahun.

Karbondioksida mengeram di langit bumi untuk ratusan tahun, kata Jarraud. Selain itu WMO juga menemukan, konsentrasi gas rumah kaca Methan di atmosfer bumi hingga 2013 meningkat sebanyak 253 persen. Adapun kadar gas Dinitrogen oksida meningkat sebanyak 121 persen dibandingkan dengan masa pra industrial.

Menurut catatan WMO, keasaman air laut telah mencapai tingkat yang belum pernah tercatat selama 300 juta tahun. Samudera menampung Karbondioksida yang tidak tersimpan di dalam atmosfer bumi. Setiap hari laut menyerap empat kilogram CO2 per kepala.

rzn/ab (epd,dpa,ap)