1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Sepak Bola

Kekuatan Baru Sepak Bola Jerman

Warga Jerman sudah tidak sabar menantikan final Liga Champions musim ini. Untuk pertama kalinya dua tim Jerman akan saling berhadapan. Ini hasil dari serangkaian reformasi di sepak bola Jerman.

Kanselir Jerman Angela Merkel sudah lama dikenal sebagai penggemar sepakbola. Tidak heran saat mengetahui Bayern München dan Borussia Dortmund yang akan saling berhadapan di final kompetisi Eropa paling bergengsi, Merkel menulis di halaman Facebooknya : "Saya senang sekali. Karena satu hal sudah pasti: pemenangnya adalah tim Jerman."

"Dalam sepakbola, 22 pria mengejar bola dan akhirnya yang menang selalu Jerman", ujar pemain Inggris Gary Lineker setelah timnya kalah dari Jerman di semifinal Piala Dunia 1990. Lineker yang berprofesi sebagai pembawa acara sepakbola di BBC kini meramalkan: "Ini akhir era Barcelona dan awal era Bayern."  

Reformasi Setelah Kegagalan Piala Eropa

Jerman melakukan perubahan besar setelah terdepak di babak penyisihan grup pada Piala Eropa 2000 di Belgia dan Belanda. Saat itu Jerman hanya menempati peringkat buncit di grup dengan meraih satu poin.

Timnas U-21 Jerman berjaya di Piala Eropa 2009

Perhimpunan sepakbola Jerman (DFB) kemudian mengirimkan para pakar ke Spanyol, Perancis, dan Belanda untuk melakukan uji banding. Berdasarkan ilmu "baru" yang diperoleh, sekolah sepakbola didirikan di 36 klub profesional.

Untuk menemukan dan membantu perkembangan pemain berbakat, DFB kini memiliki 390 perwakilan di seluruh Jerman. Dalam pemilihan bakat, tidak lagi diutamakan "kualitas Jerman" seperti kekuatan dan disiplin, melainkan kehandalan teknik bermain.

Tahun 2009, timnas muda Jerman U-17 dan U-21 meraih gelar juara Piala Eropa. UEFA memberi penghargaan kepada DFB terkait upayanya mendukung para pemain muda yang berbakat.   

Bertahun-tahun Tanpa Gelar

Memang timnas Jerman belum lagi berhasil meraih gelar juara. Namun, keberhasilan mencapai satu babak final dan tiga babak semifinal pada empat kompetisi internasional bisa dibanggakan. 

Ini bisa terlihat lebih jelas di Bundesliga. Jumlah pemain asal Jerman bertambah. Dari 50 persen, kini meningkat menjadi 60 persen di liga utama dan 70 persen di liga kedua Bundesliga.

Pemain Jerman Kelas Dunia

Sami Khedira dan Mesut Özil termasuk dua pemain terbaik Jerman yang 2009 bersama meraih gelar juara Piala Eropa 2009. Keberhasilan mereka menjadi pemain andalan di klub sebesar Real Madrid adalah bukti, bahwa Jerman kembali mampu menghasilkan pemain kelas dunia.   

Kekalahan Real Madrid dari Borussia Dortmund di semifinal Liga Champions juga bisa diartikan seperti ini : Sepuluh pemain Jerman berbakat lebih hebat dari dua pemain top Jerman. Dan kalau omongan Gary Lineker tentang pemain Jerman yang berjiwa pemenang, maka Sabtu ini (25/05/13), Borussia Dortmund lah yang akan keluar sebagai juara. Karena Bayern memiliki jumlah pemain asal Jerman lebih sedikit di skuad intinya.

DW.DE