1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Kasus Sahin dan Borussia Dortmund

Ben Knight23 Januari 2013

Kembalinya Nuri Sahin ke Bundesliga bagaikan film Hollywood yang penuh drama. Si anak hilang kembali ke klub masa kecilnya. Tapi apakah kehadiran Sahin jadi mengacaukan susunan pemain Dortmund?

https://p.dw.com/p/17QGi
Foto: Bongarts/Getty Images

Di menit ke 84 saat Borussia Dortmund menghancurkan Werder Bremen di hari Sabtu (19/01), suporter klub kuning hitam bersorak di stadion Weser. Setelah absen selama 20 bulan, Nuri Sahin kembali ke Bundesliga dan mengenakan kaos kebesaran Dortmund. Fans Dortmund menyambut pahlawan lama mereka. Pemuda yang besar di Dortmund dan pernah menjadi bintang Dortmund

"Bulu kuduk saya berdiri," kata pemain tengah tersebut ke stasiun televisi Sky usai pertandingan. "Saya tidak mengira sambutannya seperti ini. Saya ingin berterima kasih pada semua fans gila saya."

Di usianya yang baru 24 tahun, Sahin sudah mengeruk pengalaman di Eropa. Ia gagal merebut tempat utama di Real Madrid dan Liverpool. Kini ia kembali ke Dortmund dengan status pemain pinjaman. Tapi Klopp punya pilihan untuk membelinya jika kesepakatan berakhir tahun 2014.

Pengganti Diplomatis

Sahin masuk menggantikan pemain senior dan kapten Sebastian Kehl. Pelatih Jürgen Klopp tidak memasang Sahin di posisi yang ditempati Ilkay Gündogan, pemain 22 tahun yang selama ini mengisi kekosongan yang ditinggalkan Sahin beberapa tahun lalu. Ini keputusan politik dari Klopp. Gündogan sudah pasti akan menjadi pesaing langsung Sahin dalam beberapa minggu ke depan.

Seakan hendak membuktikan diri, satu menit setelah Sahin masuk, Gündogan memberi umpan matang yang dimanfaatkan secara sempurna oleh Lukasz Piszczek. Gol kelima Dortmund pun tercipta. Ini sama persis dengan umpan yang biasanya dilakukan oleh Sahin ratusan kali bagi Dortmund dan yang membuatnya jadi incaran Madrid.

Fußball Bundesliga 30. Spieltag Borussia Dortmund FC Bayern München
Posisi Gündogan dan Kehl terancamFoto: picture-alliance/dpa

Barisan Tengah Sudah Penuh

"Saya bukannya mau menyingkirkan orang lian," kata Sahin. "Tentu saya ingin dimainkan dan saya akan mencoba untuk membuktikan diri saya saat latihan. Saya ingin menjadi opsi yang sangat bagus bagi pelatih. Kerjasama tim sudah baik dan saya harap akan menjadi lebih baik bersama saya."

Dalam wawancara dengan majalah Sport Bild pekan lalu, direktur pelaksana Dortmund Hans-Joachim Watzke, juga menghindar pertanyaan intrik internal. "Tentu kompetisi akan jadi lebih ketat," ujarnya. "Tapi kualitas Nuri digabung dengan identifikasinya dengan klub, akan menguntungkan kita."

Sahin adalah jenis pemain yang sudah banyak dimiliki Dortmund. Ini karena mereka melatih para pemain tersebut secara khusus. Selain Gündogan, ada Mario Götze, Marco Reus, Sven Bender, dan Moritz Leitner, talenta baru yang telah bermain untuk timnas Jerman U-21. Götze telah mencapai posisi permanen di depan. Tapi salah seorang, termasuk Kehl, harus menyerahkan posisinya.

Pilihan Klopp

Bukan berarti usulan membawa Sahin kembali adalah ide buruk. Tapi kini Klopp punya masalah 'mewah' dengan barisan tengah memiliki terlalu banyak pemain bintang. Jika memasang Sahin dan Gündogan bersama dengan formasi 4-2-3-1, barisan belakang bisa melemah. Artinya, satu diantara mereka harus keluar, atau menggantikan pemain yang lebih defensiv seperti Kehl atau Bender.

Pilihan lain adalah menyokong barisan tengah dengan satu orang di belakang dan memainkan Sahin bersama Gündogan dengan formasi 4-3-3. Ini model yang telah Klopp coba saat bermain imbang 1-1 di München dan menang 1-0 atas Manchester City.

Perkiraan ini tentu dengan anggapan bahwa Sahin tidak kehilangan kemampuan yang dulu ia miliki. Ia kurang praktik bertanding dan mungkin harus membangun kembali kepercayaan dirinya. Ini pasti akan dibantu oleh para pendukung setia Dortmund.