1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Jokowi Presiden Indonesia

22 Juli 2014

Gubernur Jakarta pro-reformasi, Joko Widodo dinyatakan sebagai pemenang pemilihan presiden dan akan memimpin Indonesia berikutnya, setelah melewati pemilu paling keras dan kotor setelah era reformasi.

https://p.dw.com/p/1CgU4
Foto: Reuters

Di tengah tekanan kubu Prabowo Subianto untuk menunda hasil pemilu, dan diikuti penarikan diri dari seluruh proses satu jam menjelang pengumuman, Komisi Pemilihan Umum (KPU) akhirnya mengumumkan bahwa Joko Widodo-Jusuf Kalla terpilih sebagai presiden dan wakil presiden Indonesia untuk lima tahun ke depan.

Berdasarkan perhitungan resmi KPU, pasangan Joko Widodo.Jusuf Kalla meraih 53,1 persen suara, unggul dibanding pasangan Prabowo Subianto-Hatta Radjasa yang meraih 46,9 persen suara.

Kubu Prabowo menolak melanjutkan proses pemungutan suara dan memerintahkan seluruh saksi dari pihaknya untuk mundur dari proses KPU.

”Kami menolak hasil pemilihan presiden 2014 yang cacat hukum, dan karena itu kami menarik diri dari proses yang sedang berlangsung,” kata Prabowo yang memberikan konferensi pers tanpa didampingi calon wakilnya Hatta Radjasa. Prabowo beralasan pemilihan umum ini berlangsung tidak demokratis, dan karenanya ia tidak bersedia ikut melanjutkan tahapan Pilpres.

"Kami, Prabowo-Hatta, siap menang dan siap kalah dengan cara yang demokratis dan terhormat," kata Prabowo sambil meminta para pendukungnya agar tetap tenang.

"Karena yakinlah, kami tidak akan diam dan membiarkan hak demokrasi kita diambil," kata Prabowo didampingi para ketua umum partai pendukungnya.

Hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei yang dikenal kredibel, sebelumnya memenangkan Jokowi.

Dalam pemilihan presiden 2014, Indonesia dihadapkan pada dua pilihan yang sangat mencolok, antara Gubernur Jakarta Jokowi yang lahir dari tradisi baru kepemimpinan nasional yang tidak punya kaitan dengan era Suharto, berhadapan dengan bekas jenderal pasukan khusus, Prabowo Subianto, yang dianggap sebagai representasi elit politik era Orde Baru yang memiliki catatan masa lalu dalam soal pelanggaran hak asasi manusia. (Baca: Hantu Bernama Masa Lalu)

Kemenangan Jokowi membuka tradisi baru, karena ia lahir dari keluarga miskin, bukan kalangan elit. Para investor juga banyak berharap Jokowi yang dikenal sebagai sosok bersih, akan menjadi pemenang, karena diharapkan bakal melakukan reformasi di Indonesia yang dikenal paling korup di dunia. (Simak geleri gambar: Joko Widodo Kebangkitan Rakyat Kecil)

ab/hp (afp,ap,rtr)