1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Jihadis Jerman Ikut Berperang di Suriah

Dalam pertempuran di Suriah jihadis dari Jerman juga ambil bagian. Demikian konfirmasi Mendagri Jerman Friedrich. Ia merasa cemas, bahwa para pejuang ini sekembalinya ke Jerman akan melancarkan serangan.

This undated image posted on a militant website purports to show militants in the al-Jazeera region on the Iraqi side of the Syria-Iraq border. Last month, militants inside Iraq killed 48 Syrian government troops who had sought refuge from the war in their country _ an ambush that regional officials now say is evidence of a growing cross-border alliance between two powerful Sunni jihadi groups _ Al-Qaida in Iraq and the Nusra Front in Syria. Middle Eastern intelligence officials said the jihadi groups are sharing military training compounds, logistics, intelligence and weapons as they grow in strength around the Syria-Iraq border, particularly in a sprawling region called al-Jazeera, which they are trying to turn into a border sanctuary they can both exploit.(AP Photo)

Pejuang pemberontak dalam konflik Suriah

Menteri Dalam Negeri Jerman Hans-Peter Friedrich memperkirakan, puluhan jihadis asal Jerman ikut berjuang di kubu pemberontak Suriah. "Kami punya informasi, tendensinya meningkat," kata Friedrich Jumat (26/4) kepada stasiun televisi Jerman ARD. "Dan itu tentunya membuat kami cemas, jika seseorang dari Jerman bersama-sama dengan lainnya dari Eropa sudah berangkat ke Suriah."

Pemerintah Jerman Kamis (25/4) untuk pertama kalinya mengkonfirmasi bahwa pejuang ekstremis dari Jerman ikut angkat senjata melawan rezim Presiden Bashar al Assad.

"Kami tahu bahwa sejumlah jihadis dari Jerman, yang sudah masuk dalam jaring pengamatan kami di sini, berada di Suriah dan di sana berjuang di sisi pemberontak," ujar Friedrich kepada situs berita "Spiegel Online". Menurut keterangan Uni Eropa, ratusan warga muda lainnya dari Eropa juga bertolak ke Suriah untuk ikut dalam perang saudara di negara itu.

Ein vermummter Palästinenser hält bei der Beerdigung eines bei Unruhen von Israelis getöteten 14-Jährigen am 30.10.2000 in Rafah (Gazastreifen) die Fahne der radikal-islamischen Organisation Dschihad (Heiliger Krieg) sowie eine Pistole in den Händen. Extremisten der Organisationen Hamas und Islamischer Dschihad haben den Friedensprozess Mitte der 90er Jahre mit Terroranschlägen immer wieder zurückgeworfen .
Schlagworte Politik, Religionen, Extremismus, Waffen, Fahne, Islam, Dschihad, Heiliger_Krieg, vermummt, tuch, Pistole

simbol gambar Jihad

"Pihak keamanan mengamati keberangkatan ekstremis Jerman ke Suriah dengan kecemasan besar," ujar Friedrich. Juga terdengar seruan kepada warga Eropa yang terdidik yang terlibat dalam perang itu, untuk selanjutnya kembali ke negaranya dan meneruskan aksi jihad ini. Juga dari negara-negara lain di Eropa dilaporkan, bahwa banyak anggota kelompok radikal Islam ikut bergabung dengan pemberontak di Suriah.

Fase Brainstorming bagi Eropa

Pejabat urusan anti teror Uni Eropa Gilles de Kerchove menyebutkan, ratusan" warga muda dari Eropa bertolak ke Suriah untuk berperang di sana. "Bersama dengan pejuang dari Afrika Utara dan negara-negara Balkan, warga asing yang menuju Suriah jumlahnya ribuan". kata Kerchove Kamis (25/4) di depan Komisi Dalam Negeri Parlemen Eropa.

"Jika mereka di sana tidak terbunuh, mereka akan menjadi ancaman serius bagi keamanan kita." Untuk itu badan keamanan Eropa sudah membahas tema, bagaimana menyikapi kemungkinan kembalinya orang-orang yang terradikalisasi itu. "Kami kini berada di fase brainstorming," tegas pakar teror Uni Eropa itu.

DW.DE