1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Indonesia Memilih Demokrasi

Andy Budiman9 April 2014

Indonesia kembali melewati tahapan penting demokrasi. Pemilihan umum yang berlangsung damai pada hari Rabu (9/4) menunjukkan tekad rakyat Indonesia untuk menjalankan perubahan lewat cara damai.

https://p.dw.com/p/1BeOh
Foto: Reuters

Diantara Ballot atau Bullet, Indonesia sudah menentukan sikap. Hari Rabu 9 April 2014, pesan itu jelas tercermin ketika lebih dari seratusan juta orang dengan damai pergi ke bilik suara, menentukan masa depan mereka.

Diantara “Peluru” atau “Kotak Suara” rakyat Indonesia memilih untuk melakukan pergantian kekuasaan secara damai, lewat sistem reguler yang kita sebut dengan nama Pemilihan Umum.

Apa yang terjadi di Indonesia, kontras dengan Mesir, yang musim seminya berakhir di tangan kudeta militer, setelah jutaan orang turun ke jalan memprotes kekuasaan kelompok Islamis yang dianggap mengancam demokrasi. Keraguan tentang masa depan revolusi kini juga mengintip di Libya dan Tunisia.

Pada saat Negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim lain berjuang dengan isu kebebasan dan demokrasi, Indonesia secara pelan tapi pasti mencatat kemajuan demi kemajuan.

Mungkin tidak secepat yang diharapkan. Tapi lihatlah bagaimana dunia kini menyebut Indonesia dengan rasa hormat: Negara kekuatan ekonomi baru, Negara ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Negara berpenduduk Muslim dengan demokrasi, atau Negara demokrasi terbesar ketiga dunia.

Jika semua prediksi pollster tidak meleset terlalu jauh, PDI Perjuangan akan memenangkan pemilihan legislatif, dan Indonesia yang selama ini dikenal dunia karena terorisme atau kelompok radikal, kemungkinan besar akan segera mempunyai presiden yang jauh dari stereotype Negara Muslim.

Joko Widodo atau Jokowi yang diusung PDI Perjuangan adalah anomali. Ia sederhana, menyukai heavy metal, dan tidak terlalu punya pretensi untuk tampil ”saleh“ sebagaimana politisi Indonesia pada umumnya.

Hanya tinggal satu pertanyaan yang ditunggu menjelang pemilihan presiden: ke mana Jokowi akan membawa Republik Indonesia? Untuk yang satu ini, sang calon presiden heavy metal masih membisu.