1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Trend Hemat Energi Penggunaan Komputer

as10 Maret 2009

Penghematan energi dalam pemakaian sehari-hari komputer kini menjadi trend baru. Juga didukung peralatan baru yang dirancang hemat energi, dapat dipangkas ongkos energi dalam jumlah besar.

https://p.dw.com/p/H996
Posisi stanby pada komputer juga menyedot energi yang merupakan faktor ongkos tambahan.Foto: picture-alliance/dpa


Tema utama pameran informasi dan telekomunikasi terbesar sedunia CeBIT tahun 2009 ini adalah Green IT. Memang tidak banyak berkaitan dengan perlindungan lingkungan. Melainkan lebih banyak pada konsep baru penghematan energi. Khususnya di sektor komputer dan perangkat peripheralnya. Perangkat komputer yang terdiri dari CPU, monitor, perangkat pencetak dan sistem suaranya secara diam-diam menjadi faktor biaya yang tidak terasa. Jika ongkos tercipta akibat pemakaian komputer, itu merupakan konsekuensi logis. Akan tetapi, ongkos justru muncul ketika komputer tidak digunakan. Yakni dalam kondisi stand by, ketika kita rehat dan komputer masih dalam keadaan menyala.

Di Jerman saja, rekening listrik bagi penggunaan seluruh komputer pribadi di dalam rumah tangga, nilainya mencapai sekitar 1,6 milyar Euro per tahunnya. Sebuah potensi penghematan yang amat besar, jika penggunaan listrik juga dapat dihemat.

Ketika komputer kita nyalakan, sedikitnya dikonsumsi 200 watt listrik, untuk CPU, monitor, perangkat pencetak dan lainnya. Penggunaan listrik untuk hubungan online secara terus menerus, setiap tahunnya mengkonsumsi energi setara dengan energi yang dihabiskan sektor penerbangan. Sebuah perintah pencarian pada situs mesin pencari google misalnya, menyedot listrik sekitar 11 watt per jam. Ditambah pemborosan dalam kondisi stand by, sebuah perangkat komputer di dalam rumah tangga dapat menghabiskan energi rata-rata senilai 200 Euro setahunnya.

Ongkos ini juga muncul ketika kita tidak menggunakan komputer bersangkutan. Selama kabel listrik menancap di stop kontak listrik akan terus mengalir dengan percuma. Inilah yang disebut pemborosan. Karena itu jika kita rehat, makan siang misalnya, disarankan komputer dimatikan total. Petugas urusan penghematan energi dari dinas pekerjaan umum kota Bielefeld, insinyur Leschek Pastuschka memberikan sarannya. “Dalam pengoperasian CPU pada sistem operasinya ada pilihan untuk penghematan energi. Tergantung dari sistem operasinya, terdapat kemungkinan mematikan monitor secara otomatis jika dalam waktu tertentu tidak ada gerakan, atau prosesornya dapat diperintah ke posisi standby, dimana kinerjanya diturunkan hingga separuh beban keseluruhan.“ ujarnya.


Ia menjelaskan, pada sistem operasi Windosw XP dan Vista terdapat fitur opsi-energi yang memungkinkan prosesor beroperasi pada modus hemat energi. Juga diingatkan, mematikan komputer tidak berarti memutus arus listrik, selama kabel tidak dicabut dari kontaknya. Kembali Pastuschka menyampaikan; “Secara mendasar saya sampaikan kepada konsumen, jika komputer dimatikan, tetap terdapat sistuasi standby yang menyedot listrik rata-rata 9 watt. Sebaiknya konsumen membeli stop-kontak kombinasi yang dilengkapi saklar yang dapat memutuskan arus listrik pada jaringan.“

CeBIT 2009 in Hannover Frau mit Notebook
Notebook memerlukan energi lebih sedikit ketimbang desk top PC.Foto: AP

Dengan begitu, peralatan komputer tidak lagi menyedot energi dalam posisi stand by. Artinya, jika seluruh perangkat komputer, dari CPU, monitor, perangkat pencetak atau printer, sound system dan perangkat peripheral lainnya dihubungkan ke stop-kontak kombinasi, cukup satu kali mematikan saklar, maka semua jaringan teputus dari arus listrik. Efek penghematannya, disebutkan bisa mencapai 70 Euro per tahunnya.


Selain penggunaan stop kontak kombinasi, juga disarankan untuk memperhatikan kapasitas kebutuhan energi pada komputer ketika kita membeli perangkat baru. Erkan Uyanik dari Online PC Service di kota Bielefeld mengatakan; “Saya sarankan untuk mencari dengan cermat, PC atau laptop apa yang kita perlukan? Sukucadang apa yang dipasang? Misalnya prosesor, sebaiknya diperhatikan, karena sekarang terdapat prosesor hemat energi. Begitu juga jaringan lainnya, dan juga terdapat motherboard yang tepat untuk kebutuhan itu.“


Lebih sedikit kebutuhan listrik berarti perangkatnya lebih efisien. Notebook misalnya, jelas memerlukan energi lebih sedikit dibanding desk-top. Juga logikanya CPU dengan daya lebih besar, memerlukan energi lebih besar pula. Penghematan cukup besar lainnya dapat dilakukan dengan mematikan perangkat pencetak atau printer jika tidak digunakan. Sebab pada posisi aktif mencetak, printer menyedot listrik sebesar 700 watt. Dalam posisi standby memerlukan 100 watt, dan pada modus hemat energi sekitar 20 watt listrik. Terutama laser printer yang menyedot energi dalam jumlah cukup besar.


Penyedot terbesar energi lainnya adalah monitor gaya lama yang masih menggunakan teknologi tabung katoda. Juga disini berlaku rumusan yang sama, semakin besar ukuran monitornya, kebutuhan energinya juga semakin boros. Sebaliknya, monitor layar datar selain hemat energi, juga lebih bagus untuk mata. Juga monitor layar datar sebaiknya dimatikan jika tidak kita gunakan. Akan tetapi tidak banyak konsumen yang peduli dengan penghematan semacam itu. Siapa yang memperhatikan dan mencatat dengan teliti, kebutuhan energi jaringan komputernya pada posisi standby? “Ini bukan tema penting, sebagian besar tidak peduli“, tambah Uyanik.

CeBIT 2009 in Hannover
Model "Cloud Computing" dimana pengguna komputer tidak perlu lagi hardware dan software, karena semua dapat diunduh dari jaringan provider.Foto: picture-alliance/ dpa

Akan tetapi dipastikan perilaku ini akan segera berubah. Di masa mendatang, konsumen akan semakin peduli, karena tarif listrik diperhitungkan akan semakin mahal. Setiap sen uang yang dapat dihemat, kini berarti cukup banyak dalam situasi resesi maupun kenaikan terus menerus harga energi.

Jadi tidak mengherankan jika tema penghematan energi ini merupakan topik utama dalam pameran IT terbesar sedunia, CeBIT 2009 yang baru saja usai digelar di kota Hannover. Selain menggalakkan penghematan energi lewat penggunaan komputer di rumah, juga semakin banyak ditawarkan komputer maupun notebook yang sudah dari pabriknya dirancang untuk hemat energi. Misalnya saja apa yang disebut zero-watt standby monitor, yang benar-benar tidak lagi menyedot listrik ketika dalam posisi standby. Atau juga apa yang disebut null-watt Personal Computer, yakni komputer pribadi yang kebutuhan energinya nol pada saat standby. Model pertama dari komputer pribadi terbaru ini direncanakan dipasarkan sekitar pertengahan tahun 2009.

Secara umum, hampir semua perangkat komputer pribadi maupun notebook terbaru, sudah memenuhi norma energi cukup ketat dari Uni Eropa. Artinya sewaktu dioperasikan maupun dalam modus stand by, kebutuhan energinya jauh lebih hemat ketimbang komputer model lama. Selain itu, penghematan energi didukung dengan apa yang disebut Cloud Computing. Yakni sistem operasi komputer yang tidak lagi memerlukan hardware maupun program aplikasi sendiri, tapi terhubung ke server dari provider. Ibaratnya kita mengunduh semua program maupun data dari awan. Dengan begitu, kebutuhan energi dapat ditekan jauh lebih rendah lagi.