1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Timur Tengah Diambang Perang Sektarian

17 Juni 2014

Timur Tengah terancam perang sektarian yang semakin meluas di kawasan Irak dan Suriah dengan kelompok militan Islamis secara sembarangan menculik, menyiksa dan membunuh penduduk.

https://p.dw.com/p/1CJo2
Foto: picture-alliance/dpa

Para militan anggota kelompok Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) berhasil mengalahkan pasukan Baghdad dan merebut kawasan utara Irak pekan lalu, sekaligus menghubungkannya dengan wilayah teritorial yang mereka kuasai di bagian timur Suriah.

“Kami sudah memperkirakan sejak lama bahaya ini,” kata Vitit Muntarbhorn, seorang ahli hukum internasional yang ikut dalam penyelidikan yang dilakukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). ”Kita kini mungkin berada di puncak perang regional dan itu adalah sesuatu yang sangat memprihatinkan.”

Navi Pillay, dari badan HAM PBB mengatakan pada hari Senin, kekuatan yang berkoalisi dengan ISIL di utara Irak telah dipastikan melakukan kejahatan perang dengan mengeksekusi ratusan non-kombatan selama lima hari terakhir.

Sebuah laporan yang disampaikan pada Selasa kepada Dewan HAM PBB menyebut pasukan jihadi militan Sunni dan dana telah dituang ke Suriah, di mana faksi-faksi pemberontak termasuk ISIL dengan semena-mena menyiksa warga sipil di wilayah yang mereka kuasai.

"Perang regional di Timur Tengah semakin dekat. Peristiwa-peristiwa di negara tetangga Irak akan mempunyai dampak kekerasan bagi Suriah,” demikian laporan para penyelidik PBB.

“Bertambahnya jumlah pejuang radikal menargetkan tak hanya komunitas Sunni Muslim yang ada di bawah kekuasaan mereka tapi juga kaum minoritas termasuk Syiah, sekte Alawit, Kristen, Armenia, Druze dan Kurdi,” demikian tulis laporan itu tentang Suriah.

Mereka mengacu kepada kelompok militan Sunni yang menyasar warga Sunni termasuk lewat tekanan kuat kepada para perempuan Sunni untuk mematuhi Syariah (hukum agama Islam) dan melakukan tindakan balas dendam terhadap para Sunni yang bekerja untuk pemerintah Suriah.

Sekte Alawit, darimana Presiden Suriah Bashar al-Assad berasal, yang merupakan cabang dari Syiah, mendominasi Suriah selama puluhan tahun.

Penculikan massal di Aleppo

Laporan itu menyebut ISIL menculik hampir 200 warga Kurdi dalam sebuah serangan di kota Aleppo, Suriah pada akhir Mei lalu.

Muntarbhorn mengatakan ISIL lebih banyak bertempur dengan pasukan pemberontak Suriah lainnya ketimbang dengan pemerintah Damaskus.

“ISIL telah menunjukkan dirinya bersedia untuk ‘mengipasi api' sektarianisme, baik di Irak maupun Suriah. Setiap penguatan posisi mereka menimbulkan keprihatinan besar,” kata laporan PBB.

Paling sedikit 160.000 orang terbunuh dalam konflik tiga tahun di Suriah yang awalnya bermula dari demonstrasi damai menentang Presiden Bashar al-Assad, dan kini meluas menjadi perang saudara.

ab/ap (afp,ap,rtr)