1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
KesehatanIndonesia

Salip Cina, Kasus TBC RI Peringkat ke-2 Terbanyak di Dunia

Detik News
26 Juli 2023

Jumlah temuan kasus TBC di Indonesia berada di angka 969.000. Ini membuat Indonesia menjadi negara dengan jumlah kasus TBC terbanyak ke-2 dunia setelah India.

https://p.dw.com/p/4UON6
Foto ilustrasi penyakit TBC
Foto: Silas Stein/dpa/picture alliance

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI Dr dr Maxi Rein Rondonuwu mengungkapkan kasus tuberkulosis di Indonesia berada di kondisi yang tidak menggembirakan. Ia mengatakan saat ini jumlah kasus TBC di Indonesia telah menyentuh angka 969 ribu kasus.

"TBC di Indonesia saat ini kurang menggembirakan. Karena kalau dilihat dari incidence ratenya, tahun 2019 kita sebenarnya sudah berada di 301 per 100.000 atau setara 824.000 kasus baru setiap tahun. Tapi di 2021, kami dideclare oleh WHO naik incidence ratenya 356 per 100.000 atau setara dengan 969.000 kasus baru setiap tahun, mendekati 1 juta," ujarnya di Jakarta Selatan, Selasa (25/07).

Angka fantastis itu, sambung dr Maxi, membuat Indonesia berada di urutan ke-2 negara dengan jumlah kasus TBC terbanyak di dunia.

"Kita nomor dua di dunia. India 2,1 juta, kita hampir 1 juta. Cina yang mestinya nomor dua sekarang Cina nya cepat sekali, penanganan (TBC) di Cina cepat," imbuhnya.

dr Maxi menyampaikan Indonesia sendiri masih memiliki target global untuk mengeliminasi TBC di tahun 2030. Pihaknya menargetkan incidence rate TBC dapat turun hingga 65 per 100.000.

"Kita masih ada waktu, target global eliminasi TB tahun 2030. Kita harapkan itu bisa 65 per 100.000, jadi masih ada waktu tujuh tahun," ucapnya.

Lebih lanjut, ia memaparkan sejumlah kendala dalam menangani kasus TBC di Indonesia. Salah satunya yaitu melakukan tracing dan penanganan terhadap pasien TB laten.

"TB laten adalah yang belum ada gejala klinis. Jadi kita temukan TB yang belum ada gejala klinis, itu harus ditangani. Ini kita yang masih sangat rendah. China itu berhasilnya di situ, bagaimana dia mampu melakukan penanganan pada TB laten itu," katanya.

Selain itu, TB resistensi obat (RO) juga menjadi faktor yang berkontribusi pada tingginya angka kasus TBC di Indonesia.

"Beban berikut adalah TB RO. Ini naik, karena masyarakat belum teredukasi dengan baik. Diobat dua bulan, dia merasa sehat, putus obat. Putus obat, balik lagi obat, lama-lama jadi TB RO," tuturnya.

"TB RO jadi masalah karena sulit (ditangani), angka kematiannya tinggi, dan penularannya kalau orang sudah TB RO ditularkan ke orang lain pasti akan TB RO juga," pungkas dr Maxi. (ha)

 

Baca selengkapnya di: Detik News

Salip China, Kasus TBC di Indonesia Peringkat ke-2 Terbanyak di Dunia