1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Produksi Mesin Jerman Kembali Meningkat

Rolf Wenkel14 Desember 2012

Produsen mesin Jerman kembali berjaya setelah sempat tersandung menyusul krisis finansial global tahun 2009. Pada tahun ini, sekitar 30.000 lowongan kerja baru telah diciptakan dalam sektor ini.

https://p.dw.com/p/171lQ
ARCHIV - Zwei Arbeiter prüfen am (25.01.2012) im MTU-Werk Friedrichshafen, einer Marke der Firma Tognum, einen Motor der Baureihe 8000 (gestellte Szene). Der Daimler und Rolly-Royce gehörende Motorenbauer Tognum muss einen Gewinneinbruch verkraften und senkt die Ziele für 2012. Als Halbzeitbilanz des laufenden Jahres meldete das Unternehmen am Dienstag 07.08.2012, dass ihr Überschuss um 29 Prozent auf 77,9 Millionen Euro gesunken sei. Foto: Tobias Kleinschmidt dpa/lsw (Zu lsw: «Konjunkturdelle beschert Tognum Gewinneinbruch - Prognose gesenkt» 07.08.2012) +++(c) dpa - Bildfunk+++ pixel
Foto: picture-alliance/dpa

Dengan prognosa pertumbuhan dua persen dan nilai produksi sekitar 196 miliar Euro, industri mesin Jerman kembali mencapai level rekor tahun 2008. Omset yang berjumlah sekitar 209 miliar Euro bahkan melampaui satu miliar Euro daripada nilai tahun 2008, kata Hannes Hesse, pemimpin Ikatan Produsen Mesin Jerman VDMA. "Ini menggembirakan, karena kami mulai dari nol, lalu naik dua persen. Ekspor juga akan naik sekitar tujuh persen."

Dengan sekitar satu juta karyawan, produksi mesin tidak hanya sebuah sektor kebanggaan Jerman, tetapi juga sektor ekspor nomor satu di Jerman. Misalnya, ekspor dalam tiga kuartal terakhir meningkat sekitar 45 persen. Ekspor di Eropa yang sedang di landa krisis pun juga dapat ditingkatkan.

Euro tak dapat diabaikan

"Kami tentu merasakan krisis Euro. Bisa dilihat bahwa pembeli lebih gelisah", kata pemimpin VDMA Hesse kepada Deutsche Welle. "Maka wajarlah kalau orang mengira bahwa keinginan melakukan investasi dalam kondisi semacam ini menurun. Tetapi tengoklah hasilnya, mengherankan. Ekspor ke negara anggota Uni Eropa naik sekitar 4,9 persen." Ekspor ke negara zona Euro bahkan meningkat sekitar 6,9 persen. "Ini menunjukkan kepada kami bahwa keberadaan Euro itu tak dapat diabaikan baik di Eropa maupun di dunia."

Dr. Hannes Hesse, Hauptgeschäftsführer des Verbandes Deutscher Maschinen- und Anlagenbau
Dr. Hannes HesseFoto: VDMA

Tapi ekspor ke China menurun. Padahal China adalah adalah pasar luar negeri terbesar bagi produsen mesin Jerman. Ekspor ke negara panda ini menurun hampir sembilan persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Setelah secara beruntun dimanja dengan angka pertumbuhan berkisar dua dijit, perkembangan ini merupakan pengalaman yang sangat baru bagi produsen mesin dan pabrik Jerman, kata pemimpin VDMA.

Peningkatan di banyak wilayah

Tetapi di banyak negara dan wilayah lain, produsen mesin Jerman berhasil meningkatkan ekspornya meskipun situasi ekonomi internasional di wilayah sekitar negara terkait sedang sulit. Volume perdagangan dengan Amerika Latin naik sekitar sebelas persen. Dengan Amerika Serikat bahkan 20 persen. Sektor ini memang harus menelan pil pahit di China, namun tetangga-tetangga China meningkatkan pesanannya. Perdagangan Jerman dengan negara-negara Asia Tenggara meningkat lebih dari 21 persen.

Innovative Aluminium- Schneidmaschine für einen thailändischen Kunden zur Herstellung von Kühlervormaterial für die Automobilindustrie / Unternehmen Achenbach Buschhütten GmbH. Das Copyright liegt bei Achenbach Buschhütten GmbH Zulieferer: Rayna Breuer
Foto: Achenbach Buschhütten GmbH

Tahun depan juga diperkirakan akan membawa keuntungan: "Industri mesin Jerman memperkirakan, tahun 2013 akan kembali mencatat pertumbuhan sekitar dua persen", ujar Hesse. Menurutnya, prognosa positif ini didasari pada tawaran produk yang canggih di sektornya: "Kami dapat ikut membentuk dunia dengan lebih produktif. Dengan kami, pelanggan mampu bersaing, dan kami menyuplai teknologi bagi masa depan manusia, di sektor perairan, pangan, bahan mentah dan tentu saja energi."

Pasar kerja Jerman juga mengambil keuntungan dari produksi mesin Jerman. Akhir September tercatat 981.000 orang yang dipekerjakan sebagai karyawan tetap pada perusahaan produksi mesin. Sepanjang tahun ini, sektor mesin berhasil menciptakan lebih dari 30.000 lowongan kerja baru. Ini adalah angka tertinggi sejak tahun 1993.