1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Pilpres Ditentukan di Jawa Barat

7 Juli 2014

Provinsi Jawa Barat yang menampung 32,8 juta pemilih mewadahi pertarungan terakhir kedua capres sebelum memasuki masa tenang. Perolehan suara di jantung konservatisme Islam Indonesia itu akan menentukan pemenang pilpres

https://p.dw.com/p/1CWnH
Indonesien Wahlen Parlamentswahlen Wählerin Finger
Foto: Reuters

Menjelang hari pencoblosan, perhatian kini berpusat pada Jawa Barat yang diyakini akan menentukan kemenangan salah satu capres. Menurut berbagai jajak pendapat, Prabowo memimpin satu persen terhadap Jokowi.

Jawa Barat menjadi vital karena menampung 32,8 juta pemilih. Pengamat menilai, meroketnya elektabilitas Prabowo-Hatta secara tidak langsung tertolong oleh kampanye hitam yang menggembosi suara Jokowi-JK.

"Kampanye hitam berdampak besar," kata Fitri Hari, salah seorang peneliti di lembaga Lingkar Survei Indonesia. Ia merujuk pada kampanye yang menyudutkan Jokowi sebagai non-muslim dan keturunan etnis Tionghoa. Untuk menangkalnya, Jokowi antara lain melakukan ibadah Umrah di Arab Saudi.

Penentuan di Jawa barat

Tiga bulan lalu Jokowi masih memimpin dengan perbedaan 30 persen suara. Pengamat meyakini penurunan elektabilitas tidak lain adalah sebagai akibat kampanye hitam. Prabowo sebaliknya mengalami kenaikan drastis. Berbeda dengan Jokowi, ia memiliki mesin kampanye yang terorganisir dan didukung dengan dana besar.

Jawa Barat merepresentasikan 20 persen dari total jumlah suara secara nasional. Provinsi yang dikenal sebagai jantung konservatisme Islam Indonesia itu saat ini dipimpin oleh Ahmad Heryawan, salah seorang kader Partai Keadilan Sejahtera.

"Jokowi lebih mirip manajer. Ia banyak memperhatikan sisi operasional. Tapi negara ini butuh sosok yang punya jiwa kepemimpinan, seorang visioner. Dan saya kira sosok itu adalah Prabowo," kata Yanti, salah soorang penduduk Cirebon.

Jokowi Menangkal Kampanye Hitam

Jokowi menghabiskan sisa hari kampanye dengan berkampanye di masjid-masjid dan bertemu petani di Jawa Barat. Ia berupaya menangkal anggapan non muslim dan keturunan etnis minoritas yang telah lebih dulu hinggap pada sosoknya. Prabowo pun juga sibuk memusatkan perhatian di Jawa Barat, pada hari-hari terakhir jelang masa tenang.

"Kami berhenti di sebuah Masjid sore ini dan Jokowi bergabung untuk Sholat," kata Anies Baswedan, Jurubicara tim sukses Jokowi-JK. "Semua orang melihatnya Sholat dan reaksinya 'oh jadi dia adalah muslim'," imbuhnya ketika masih berkampanye di Bandung.

Bersamaan dengan masuknya masa tenang, kedua capres berupaya mendulang dukungan dari ulama dan tokoh-tokoh agama. Di Tasikmalaya, Pengasuh Pondok Pesantren Cipasung, KH Bunyamin Ruchiyat, mengisyaratkan sosok dukungannya pada pilpres nanti.

"Jokowi itu jujur, sederhana dan merakyat. Ini adalah karakter yang harus kita pilih," ujarnya.

rzn/ap (rtr,ap)