1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Perang Anti Bajak Laut Somalia Diperluas ke Darat

18 April 2012

Kabinet Jerman sepakati perluasan mandat bagi tentara Jerman dalam memerangi bajak laut di perairan Tanduk Afrika. Serdadu dalam misi "Atalanta" diizinkan menyerang perompak hingga dua kilometer ke daratan.

https://p.dw.com/p/14fqL
Foto: dapd

Kontingen tentara Jerman Bundeswehr yang tergabung dalam misi anti bajak laut Eropa di kawasan perairan Tanduk Afrika "Atalanta", di masa depan diizinkan menyerang basis perompak di daratan hingga 2 kilometer dari garis pantai. Tapi dalam perluasan mandat yang disepakati kabinet Jerman di Berlin Rabu (18/4) juga ditegaskan, serangan hanya boleh dilancarkan lewat udara dan serdadu Jerman tidak akan menyerang lewat darat.

Selama ini mandat bagi kontingen Bundeswehr dalam misi Atalanta dibatasi hanya operasi di lautan. Selaras dengan keputusan Uni Eropa bulan Maret lalu, dalam kerangka misi Atalanta, basis logistik milik bajak laut di daratan, berupa gudang senjata, kapal dan depot bahan bakar, boleh digempur secara militer.

Seychellen Piraten Festnahme
Angkatan laut gabungan Uni Eropa menyergap bajak laut di perairan Somalia.Foto: picture alliance / dpa

Menteri pertahanan Jerman, Thomas de Maiziere menegaskan, perluasan mandat itu bukan kualitas baru dalam misi anti bajak laut Somalia. "Ini sekedar tambahan kecil yang berguna dalam opsi operasi militer," tambahnya.

Risiko terlalu besar

Partai oposisi Jerman bereaksi menentang perluasan misi Atalanta itu. Alasannya, risikonya terlalu besar. Kemungkinan pihak yang tidak terlibat ikut terluka, atau serdadu Uni Eropa bisa tertangkap dan menjadi sandera para bajak laut.

Keputusan kabinet Jerman itu masih harus disetujui oleh parlemen, Bundestag. Walaupun terdapat keberatan pihak oposisi, dapat dipastikan perluasan mandat misi Atalanta itu akan disepakati mayoritas parlemen. Diperkirakan Bundestag akan bersidang untuk memutuskan tema itu bulan Mei depan.

Kontingen Bundeswehr terlibat dalam misi Eropa memerangi bajak laut di perairan Tanduk Afrika sejak tahun 2008. Kawasan perairan di sekitar Somalia tergolong yang paling berbahaya sedunia. Tahun 2011 saja, tercatat 230 kali serangan bajak laut terhadap kapal-kapal yang melintasi perairan itu.

Agus Setiawan (rtr,epd,afp,dapd)

Editor : Dyan Kostermans