1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
PolitikAmerika Serikat

Kanada Siapkan RUU Baru Pembekuan Penjualan Senjata

31 Mei 2022

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau akan memperketat kontrol senjata setelah terjadi penembakan massal di Amerika Serikat, menyulut kembali perdebatan yang lebih luas tentang perlunya tindakan lebih ketat.

https://p.dw.com/p/4C4Gj
Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau
"Satu orang Kanada yang terbunuh oleh kekerasan senjata itu terlalu banyak," kata Perdana Menteri Justin TrudeauFoto: Blair Gable/REUTERS

Pemerintah Kanada memperkenalkan undang-undang pada hari Senin (30/05) untuk menerapkan "pembekuan nasional" pada penjualan dan pembelian senjata sebagai bagian dari rangkaian kontrol yang juga akan membatasi kapasitas magasin dan melarang beberapa mainan yang memiliki bentuk serupa seperti senjata.

Undang-undang baru, yang menghidupkan kembali beberapa tindakan yang ditangguhkan pada tahun lalu di tengah pemilihan umum, muncul hanya seminggu setelah seorang pria bersenjata membunuh 19 anak dan dua guru di Uvalde, Texas, Amerika Serikat.

Justin Trudeau mengatakan kepada wartawan bahwa langkah-langkah baru diperlukan karena kekerasan senjata meningkat.

"Kita hanya perlu melihat ke selatan perbatasan untuk mengetahui bahwa jika kita tidak mengambil tindakan tegas dan cepat, itu akan semakin buruk dan semakin sulit untuk dilawan,” katanya.

Pembekuan tersebut akan berisi pengecualian, termasuk untuk penembak olahraga elit, atlet Olimpiade, dan penjaga keamanan. Warga Kanada yang sudah memiliki pistol akan diizinkan untuk menyimpannya.

Kanada memiliki undang-undang senjata yang lebih ketat daripada Amerika Serikat, kasus pembunuhan akibat penggunaan senjata juga kurang dari seperlima dibanding negara tetangganya.

Presiden Biden desak tindakan 'rasional' pada senjata

Sehari setelah menjanjikan penduduk Uvalde, Texas, upaya untuk mengatasi kekerasan senjata, Presiden AS Joe Biden pada hari Senin (30/05) berusaha untuk mengajak Partai Republik agar secara "rasional" mengekang penggunaan senjata dan mengambil tindakan federal lainnya untuk mencegah penembakan massal.

"Segalanya menjadi sangat buruk sehingga semua orang menjadi lebih rasional tentang hal itu," kata Biden, setelah kembali dari perjalanan akhir pekan untuk mengenang 19 anak dan dua guru yang tewas.

Amerika Serikat telah menyaksikan ratusan kematian dari belasan kasus penembakan massal dalam beberapa tahun terakhir. Perdebatan serupa di Washington tentang bagaimana mengurangi insiden tersebut belum menghasilkan tindakan, bahkan ketika jajak pendapat menunjukkan sebagian besar orang Amerika mendukung setidaknya peraturan kepemilikan senjata yang moderat.

Gubernur Texas Greg Abbott, seorang Republikan, telah berulang kali mengatakan peraturan senjata bukanlah solusi dan malah menunjuk pada masalah kesehatan mental.

Penduduk kota yang terguncang karena insiden itu mendesak Biden untuk "melakukan sesuatu".

"Kami akan melakukannya," kata Biden.

ha/ (Reuters)