1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Ihsan Ali Fauzi: Jangan Silau oleh Klaim Agama

Andy Budiman1 Februari 2013

Politik dan agama adalah tema kontroversial yang tak habis dibahas. Dugaan korupsi yang membelit Presiden PKS semakin membuat banyak orang kembali melihat hubungan diantara kedua hal tersebut.

https://p.dw.com/p/17WaI
Foto: AP

Banyak orang terkejut saat Komisi Pemberantasan Korupsi KPK menangkap Presiden Partai Keadilan Sejahtera PKS Luthfi Hasan Ishaaq atas tuduhan menerima suap. Luthfi yang kini telah mengundurkan diri dari jabatan Presiden PKS ditangkap KPK bersama sejumlah anggota PKS lainnya.

Kasus ini menarik karena PKS banyak dipandang sebagai salah satu benteng terakhir aspirasi Islam dalam panggung politik di Indonesia.

Politik dan agama adalah isu yang tak ada habisnya dibicarakan para sarjana. Apalagi di masa ketika Islam politik sedang bangkit di banyak belahan dunia. Kemenangan Ikhwanul Muslimin di Mesir, atau berkuasanya partai Islam Al-Nahda di Tunisia disebut sebagai tanda menguatnya politik Islam.

Pertanyaan klasik yang muncul: apakah agama akan membuat politik menjadi lebih baik?

Ihsan Ali Fauzi adalah intelektual muslim yang menjabat Direktur Yayasan Paramadina.“Jangan silau oleh klaim partai agama,” kata Ihsan Ali Fauzi kepada Deutsche Welle.

Deutsche Welle

Bagaimana anda melihat kasus yang kini menimpa PKS?

Ihsan Ali Fauzi

Ini menunjukkan bahwa korupsi bisa terjadi pada siapapun, termasuk pada politisi yang mengklaim atas nama agama. Biasanya kan politisi yang mengklaim atas nama agama tertentu itu dianggap suci dsb. Tapi sebenarnya kita tahu, bahwa faktanya, norma agama tidak bisa berpengaruh seperti yang kita duga sebelumnya.

Deutsche Welle

Apakah kasus serupa juga terjadi di negara lain?

Ihsan Ali Fauzi

Misalanya Jerussalem Post yang menurunkan laporan bahwa ada sebuah lembaga agama yang cukup besar di Israel kini sedang dililit kasus korupsi. Kini ada banyak aktivis anti korupsi Israel yang mendesak agar lembaga-lembaga agama diperiksa karena seringkali mereka dianggap kebal dari tuduhan korupsi. Kita juga tahu bahwa indeks persepsi korupsi yang paling tinggi ada di negara-negara yang tingkat keber-agama-annya tinggi: Nigeria, Mali, Indonesia, Pakistan atau India. Bahkan sudah menjadi pengetahuan umum bahwa Departemen Agama di Indonesia dianggap yang paling parah tingkat korupsinya. Belakangan kita juga tahu bahwa KPK kini sedang menangani kasus dugaan korupsi pengadaan Al-Quran di Kementerian Agama.

Deutsche Welle

Banyak yang meyakini bahwa memasukkan agama ke dalam politik akan membuat politik menjadi lebih bersih. Apakah anda setuju?

Ihsan Ali Fauzi

Tak ada riset yang menunjukkan bahwa semakin banyak agamawan masuk ke dalam politik akan membuat politik lebih bersih. Berbagai riset menunjukkan bahwa korupsi jika sudah menjadi sistemik atau budaya, akan menimbulkan aksi kolektif. Artinya orang akan merasa bahwa kalau tidak korupsi maka dia akan rugi: kalau orang lain korupsi kenapa saya tidak? Di tengah situasi seperti itu, norma-norma agama yang mengajarkan kepatutan dan kejujuran tidak bisa menembus sistem atau budaya korup yang telah berakar kuat.

Deutsche Welle

Apa yang bisa dipelajari masyarakat Indonesia dari kasus yang kini menimpa PKS?

Ihsan Ali Fauzi

Perlakukan orang seperti orang biasa. Jangan silau oleh klaim karena saya berasal dari partai agama, maka saya akan lebih bersih atau lebih suci.