1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Dinas Rahasia Jerman Berbagi Informasi dengan NSA

Marcus Lütticke1 Juli 2013

Kritik lantang muncul di Jerman karena penyadapan data komunikasi yang dilakukan Inggris dan Amerika Serikat. Tapi aparat keamanan Jerman ikut menggunakan hasil penyadapan itu.

https://p.dw.com/p/18z7H
Bundesnachrichtendienst BND
Bundesnachrichtendienst BNDFoto: picture-alliance/dpa

Ketika Presiden AS Barack Obama berkunjung ke Jerman, Kanselir Angela Merkel menyinggung soal penyadapan yang dilakukan badan intelijen AS, NSA. Ketika itu Merkel menyampaikan, pengumpulan informasi memang sesuatu yang harus dilakukan, namun itu harus dilakukan secara proporsional.

Ada alasan mengapa Merkel tidak menyampaikan kritik yang lebih keras. Bukan rahasia lagi, bahwa berbagai dinas rahasia melakukan penyadapan komunikasi internet. Hal itu juga dilakukan oleh dinas rahasia Jerman BND.

BND adalah dinas rahasia yang bertugas mengawasi segala kegiatan di luar Jerman. BND berhak melakukan penyadapan sekitar 20 persen data komunikasi antara Jerman dan luar negeri. BND boleh melakukan pencarian di internet berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan.

BND Minta Tambah Anggaran

Untuk bisa mengawasi internet kebih ketat lagi, kapasitas BND tidak cukup. Menurut laporan majalah berita "Der Spiegel", BND hanya bisa mengawasi 5 persen data-data internet. Karena itu, BND meminta anggaran tambahan 100 juta Euro dalam lima tahun ke depan untuk menambah kapasitas server dan menambah 100 pegawai baru. Tapi permintaan itu belum dipenuhi pemerintah.

Tahun 2011, BND menyadap sekitar 300.000 komunikasi internet dan melakukan pengawasan dalam rangka pencegahan terorisme. Pengumpulan data ini dilakukan berdasarkan pencarian dengan kata-kata kunci. Daftar kata-kata kunci memuat sekitar 1500 kata. Hanya data-data yang terkumpul dengan cara ini yang boleh diawasi. Angka-angka itu berasal dari Komisi Parlemen yang mengawasi kegiatan BND.

Dibandingkan dengan dinas rahasia AS NSA atau dinas rahasia Inggris GCHQ, kapasitas BND memang jauh lebih kecil. Pengamat intelijen Erich Schmidt-Eenboom menjelaskan: "NSA punya 60.000 pegawai. GCHQ punya sekitar 15.000 pegawai. Sedangkan pegawai BND yang mengawasi komunikasi internet hanya 1500 orang."

Kerjasama Intelijen

Dinas rahasia dari negara-negara bersahabat sering bertukar informasi, terutama dalam upaya penanggulangan terorisme. BND sering meminta data-data tentang warga Jerman, karena BND sendiri tidak punya wewenang menyadap data-data warga Jerman di dalam negeri.

Mantan Direktur BND Hans Georg Wieck menerangkan, BND beruntung bisa menukar informasi dengan dinas rahasia lain. "Kalau tidak, bagaimana bisa melacak persiapan serangan teror yang dilakukan di Jerman, kalau dinas rahasia Jerman sendiri tidak punya petunjuk tentang itu."

Menurut informasi "Der Spiegel", NSA setiap bulan mengawasi setengah milyar komunikasi di Jerman, termasuk kontak telepon, email, sms, dan chatting. Setiap hari, sekitar 20 juta kontak telepon yang disadap.

Pengamat intelijen Schmidt-Eenboom tidak terkejut dengan berita itu. Ia mengatakan, itu memang tugas dinas rahasia. Selain penanggulangan teror, banyak dinas rahasia juga yang mengumpulkan data-data tentang ekonomi. Tentu saja masyarakat tidak akan pernah tahu dengan jelas, apa saja yang disadap dinas rahasia. Karena pekerjaan mereka memang rahasia.