1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Ban Kritik Rencana Israel

20 Desember 2012

Sekjen PBB Ban Ki Moon kembali kritik rencana pembangunan Israel di Yerusalem Timur. Menurutnya, ini adalah langkah berbahaya yang harus dihentikan.

https://p.dw.com/p/1766g
Foto: picture alliance/ZUMAPRESS.com

PBB menuntut Israel untuk segera menghentikan rencana pembangunan pemukiman baru di wilayah Palestina. Di hadapan Dewan Keamanan PBB, Sekjen PBB Ban Ki Moon ingin agar pemerintah Israel tidak melanjutkan "langkah berbahaya" itu. Proses perdamaian harus dilanjutkan, sebelum terlambat. Wakilnya, Jeffrey Feltman juga memperingatkan, rencana pembangunan terbaru ini akan menjadi "pukulan mematikan" bagi solusi dua negara yang damai.

Duta Israel bagi PBB, Ron Prosor, menolak kritik tersebut. Menurutnya, Israel berhak membangun pemukiman itu. Tapi Prosor juga menegaskan, dibutuhkan waktu bertahun-tahun hingga pemerintah memberi ijin resmi bagi pembangunan tersebut.

Pembangunan lebih dari 4000 apartemen

Sejak naiknya status Palestina di PBB akhir November lalu, Israel kembali meneruskan rencana pembangunan di wilayah Palestina. Awal pekan ini, pembangunan 1500 apartemen di Ramat Sholmo di Yerusalem Timur diumumkan. Setelah itu, 2600 apartemen juga akan dibangun di daerah tersebut.

Bau israelischer Siedlungen
Pembangunan pemukiman Israel di Yerusalem TimurFoto: dapd

Wilayah Yerusalem Timur pada awalnya bukan bagian dari Israel, melainkan baru diduduki setelah perang enam hari pada tahun 1967. Jika Israel benar-benar membangun lebih dari 4000 apartemen di sana, maka kompleks pemukiman bisa sampai memasuki wilayah Palestina, dan secara de facto terbagi ke bagian utara dan selatan.

Pemerintah Jerman juga lontarkan kritik

Kritik internasional terhadap rencana pembangunan dalam beberapa hari terakhir terus terdengar. Pemerintah Jerman juga menolak pembangunan pemukiman Israel di wilayah Palestina. Dalam kunjungan kepala pemerintahan Israel PM Benyamin Netanyahu ke Jerman, pandangan ini semakin jelas. Kanselir Angela Merkel memang menekankan hubungan persahabatan antara Israel dan Jerman. Namun, di waktu bersamaan ia juga mengatakan, bahwa antara teman harus didiskusikan apakah rencana pembangunan di Yerusalem Timur akan membantu pencapaian solusi dua negara.

VLZ/DK (dpa, afp, rtr)