1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Hasil Pemilu Italia Kemacetan Pemerintahan

Bernd Riegert26 Februari 2013

Sukses komedian Beppe Grillo dalam pemilu Italia menghambat mayoritas mutlak di Roma dan situasi stabil yang diharapkan Uni Eropa dan pasar keuangan internasional. Pasca pemilu Italia terancam tidak punya pemerintahan.

https://p.dw.com/p/17lqL
epa03600373 Election officals begin tallying votes at a polling station after it closed, in Pontedera, Italy, 25 February 2013. Pier Luigi Bersani's centre left had a significant lead in two early exit polls in both houses of parliament after the voting stations closed Italy's general election on 25 February. EPA/Stringer
Pemilu ItaliaFoto: picture alliance/dpa

Meskipun kemenangan tipis Koalisi Kiri dari Pier Luigi Bersani atas kubu kanan dari Berlusconi di dewan perwakilan rakyat, tapi di kamar kedua parlemen Italia, Senat, benar-benar macet. Baik koalisi kiri dari Pier Luigi Bersani maupun Silvio Berlusconi dengan kelompok kanannya tidak mencapai mayoritas. Koalisi Kiri dari Bersani bersama dengan Koalisi Tengah dari Daftar Pemilih Rakyat dari PM Monti berhasil meraih 131 kursi di senat.

Italian former Prime Minister Silvio Berlusconi casts his ballot at a polling station on February 24, 2013 in Milan. Italians fed up with austerity went to the polls on Sunday in elections where the centre-left is the favourite, as Europe held its breath for signs of fresh instability in the eurozone's third economy. AFP PHOTO / OLIVIER MORIN (Photo credit should read OLIVIER MORIN,OLIVIER MORIN/AFP/Getty Images)
Silvio BerlusconiFoto: Olivier Morin/AFP/Getty Images

Koalisi Kanan Tengah dari Berlusconi hanya meraih 116 kursi. Tapi batas angka mayoritas adalah 158 kursi. PM mendatang di Italia memerlukan persetujuan dari Senat untuk dapat memerintah. Jika tokoh sosial demokrat Bersani ingin menjadi perdana menteri, ia harus mengupayakan sesuatu di senat.

Koalisi besar secara perhitungan mungkin, tapi mustahil, demikian analisa Vincenzo Scarpetta. Pakar Italia untuk think tank Open Europe menilai solusi itu sulit diterima. „Bagi Bersani atau Monti akan sangat sulit menyampaikan kepada pemilihnya bahwa mereka akan memerintah bersama Berlusconi. Hal sebaliknya juga demikian.“ Walaupun begitu, koalisi besar dapat menjadi solusi sementara, untuk mencegah digelarnya pemilu baru yang juga tidak diinginkan siapapun.

Democratic Party's Pier Luigi Bersani, the favourite to become Italy's prime minister after the general election, casts his ballot in a polling station on February 24, 2013 in Piacenza. Italians fed up with austerity went to the polls on Sunday in elections where the centre-left is the favourite, as Europe held its breath for signs of fresh instability in the eurozone's third economy. AFP PHOTO / ALBERTO LINGRIA (Photo credit should read ALBERTO LINGRIA/AFP/Getty Images)
Pier Luigi BersaniFoto: Alberto Lingria/AFP/Getty Images

"Kolisi besar mustahil“

Di dewan perwakilan rakyat, yang merupakan kamar pertama dalam parlemen Italia, Daftar Kiri Tengah dari Pier Luigi Bersani unggul tipis dari mantan PM Silvio Berlusconi. Bersani meraih 29,5 persen suara, tapi sesuai tata cara pemilu memperoleh 340 kursi. Partai dari Berlusconi meraih 29,18 persen suara, tapi hanya mendapat 128 kursi. Dengan undng-undang pemilu itu, para pencetusnya ingin menjamin terbentuknya pemerintahan mayoritas. Tapi dewan perwakilan saja tidak cukup untuk memerintah secara penuh, karena kamar kedua parlemen, Senat, memiliki kompetensi seimbang. Di dewan perwakilan, hasil perolehan suara partai Beppe Grillo mendekati kedua kubu, yang sebetulnya sudah terdiri dari partai-partai koalisi. Daftar Kanan Tengah dari Berlusconi saja terdiri dari 12 partai. Bila melihat hasil pemilu masing-masing partai, disimpulkan bahwa “Bintang 5” dari Beppe Grillo bahkan merupakan partai tunggal terkuat. Seluruhnya pemilu ini menunjukkan bagaimana terpolarisasinya peta politik di Italia saat ini. Total 215 partai maju dalam pemilu nasional dan regional pada Minggu (24/2) dan Senin (25/2).

Five Star Movement leader and comedian Beppe Grillo and his wife Parvin Tadjik arrive to cast their votes at the polling station in Genoa February 25, 2013. Italians began voting on Sunday in one of the most closely watched elections in years, with markets nervous about whether it can produce a strong government to pull Italy out of recession and help resolve the euro zone debt crisis. REUTERS/Giorgio Perottino (ITALY - Tags: POLITICS ELECTIONS)
Beppe Grillo dan istri berikan suara di GenoaFoto: Reuters

Dalam berbagai talk-show dalam semua stasiun televisi Italia, yang sebagian besar kepunyaan Berlusconi, moderator dan tamu berdebat tentang arti pemilu tersebut. Kebanyakan pertanyaan yang dilontarkan: „Apakah kini Italia bakal tidak punya pemerintahan?

Pemerintahan stabil di Italia yang diharapkan Uni Eropa dan pasar keuangan makin jauh dibanding sebelum digelarnya pemilu. Ketidaktentuan hasil pemilu membuat kecemasan baru akan krisis Euro. Ini menekan pasar bursa ke nilai minus.