1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Eskalasi Baru di Gaza

29 Juli 2014

Lima serdadu Israel tewas dalam serangan granat Hamas di selatan Israel. Militer membalas dengan serangan besar-besaran ke Jalur Gaza sepanjang malam. Dentuman bom terdengar dimana-mana.

https://p.dw.com/p/1CkzQ
Foto: Reuters

Penduduk Gaza melaporkan serangan paling hebat yang dilancarkan Israel sejak dimulainya operasi militer tiga minggu lalu. Sepanjang malam, kapal tak berawak Israel terbang di atas kawasan perumahan. Kemudian terdengar dentuman bom silih berganti.

Menurut laporan media, sekitar 150 sasaran di Gaza dihujani bom dan tembakan artileri dari darat, udara dan laut. Petugas kesehatan sibuk merawat korban luka-.luka seadanya, sekitar 30 orang diberitakan tewas.

Hari Raya Idul Fitri Senin (28/07) sebenarnya dimulai cukup tenang karena kedua pihak menjelang dini hari menghentikan pertempuran. Tapi hal itu tidak berlangsung lama. Kedua pihak saling menyalahkan bahwa pihak lain telah melanggar gencatan senjata. Akhirnya eskalasi baru mencapai puncaknya pada malam hari.

Saling serang

Kelompok militan Hamas melancarkan tembakan mortir ke daerah perbatasan di Israel selatan. Lima serdadu Israel diberitakan tewas dalam serangan itu. Militer Israel langsung bereaksi dan melancarkan serangan besar-besaran sepanjang malam.

Menurut keterangan Palestina, serangan juga ditujukan atas rumah pimpinan Hamas Ismail Haniyeh. Baik Haniyeh maupun anggota keluarganya tidak berada di rumah itu saat serangan terjadi.

Instalasi pembangkit listrik di Gaza juga mengalami serangan dan terpaksa menghentikan operasi. Menurut Jamal Dardasawi, jurubicara perusahaan pembangkit listrik, tembakan dari panser Israel menghantam satu dari tiga tangki penyimpanan bahan bakar.

Di Tel Aviv, sirene meraung pada Selasa pagi menandakan serangan roket dari Gaza. Tapi tidak ada roket yang mengenai sasaran dan tampaknya berhasil dihancurkan di udara oleh sistem penangkal rudal.

Penduduk dipaksa mengungsi

Beberapa jam sebelum Israel melancarkan serangan, penduduk di beberapa kawasan di Gaza diperingatkan agar segera meninggalkan rumahnya. Militer Israel memberi peringatan lewat telepon dan SMS.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam pidato televisi Senin malam mengingatkan kepada warga Israel, operasi militer di Gaza bisa berlangsung lama.

"Kita tidak akan mengakhiri operasi ini sebelum menetralisasi jaringan terowongan, yang dibuat hanya dengan satu tujuan, yaitu menghancurkan warga dan membunuh anak-anak kita", kata Netanyahu.

Hamas mengatakan mereka siap berjuang sampai pendudukan Israel di Gaza berakhir.

"Ancaman (Netanyahu) tidak membuat Hamas atau warga Palestina takut, dan Israel akan membayar mahal untuk pendudukan dan pembunuhan massal terhadap anak-anak dan warga sipil", kata jurubicara Hamas Sami Abu Zuhri.

hp/ab (afp, rtr, dpa)