1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Eropa Perlu Politik Baru Pengungsi

Johannes Beck
Johannes Beck
20 April 2015

Menimbang tragedi pengungsi di Laut Tengah yang menelan ribuan korban tewas, Uni Eropa harus bereaksi menanggapi drama imigran ilegal itu. Perspektif Johannes Beck.

https://p.dw.com/p/1FB1E
Symbolbild Flüchtlingskatastrophe Mittelmeer
Foto: imago/Anan Sesa

Apa lagi yang harus terjadi, hingga Uni Eropa mengubah politik imigran dan pengungsinya? Berapa banyak lagi orang yang harus mati tenggelam di Laut Tengah, agar bisa menggerakkan perhatian para politisi di Brussel?

Ternyata Italia yang sedang dilanda krisis utang berat, yang menunjukkan caranya bagaimana Eropa harus bereaksi menghadapai tragedi semacam itu. Setelah tragedi karamnya kapal yang menewaskan ratusan pengungsi di perairan Lampedusa tahun 2013 lalu, angkatan laut Italia dalam kerangka operasi "Mare Nostrum" mengawasi seluruh perairan Laut Tengah antara Afrika Utara dan Eropa Selatan.

Tapi negara-negara Eropa lainnya tidak bersedia ikut menanggung beban operasi sebesar 108 juta Euro per tahun, walau misi Mare Nostrum berpotensi menyelamatkan nyawa puluhan ribu orang pengungsi lewat Laut Tengah. Sebaliknya November tahun lalu jawatan pengaman perbatasan Eropa, Frontex, mengambil alih tugas ini dalam misi yang disebut Triton.

Beck Johannes Kommentarbild App
Johannes Beck redaktur pakar Afrika DW

Konsentrasinya adalah penyelamatan kapal pengungsi di dekat kawasan pantai Eropa. Jadi drama di Laut Tengah yang lebih dekat ke Afrika dan amat jauh dari Eropa tidak lagi memainkan peranan penting. Kematian ribuan orang dianggap perkara enteng.

Melihat realita itu, kita hanya ingin mendengar secara jujur dari para politisi Eropa yang menganggap misi Mare Nostrum terlalu mahal, sebetulnya di balik itu hendak menyatakan bahwa nyawa pengungsi dari Eritrea, Ethiopia atau Suriah tidak punya nilai apapun. Dan diskusi pembiayaan Mare Nostrum adalah sebuah tindakan sinis, jika melihat besarnya subsidi pertanian yang mencapai 50 Milyar Euro pertahunnya. Biaya setahun misi Mare Nostrum hanya setara sehari subsidi pertanian Eropa.

Rancangan untuk politik baru terkait pengungsi dan imigran sebetulnya sudah diajukan sejak lama. Ada tiga tuntutan utama di dalamnya.

Pertama: dalam jangka pendek operasi pertolongan seperti Mare Nostrum dilanjutkan kembali dengan pembiayaan ditanggung bersama seluruh anggota Uni Eropa.

Kedua: dalam jangka menengah politik imigrasi Eropa harus direformasi. Selain melindungi pemohon suaka yang ditindak secara politik, pengungsi ekonomi juga harus diakui. Eropa sejak bertahun-tahun de facto adalah negara imigran. Dan menimbang struktur demografinya, Eropa di masa depan juga perlu tenaga imigran berkualitas. Untuk ini harus ditetapkan kuota dan prosedur baku berdasar sistem poin yang transparan.

Dan ketiga: dalam jangka panjang Uni Eropa harus semakin terfokus melihat penyebab migrasi dan arus pengungsi itu. Misalnya, negara yang melancarkan aksi militer yang menghancurkan struktur kenegaraan di Libya, tidak boleh lepas tangan dan membiarkan negara itu tenggelam dalam kekacauan. Juga banyak negara yang Uni Eropa yang cukup lama cuma memandang perkembangan dari jarak jauh, dan bahkan mendukung rezim diktator.

Waktu untuk meratap-ratap sudah lama lewat. Kini saatnya untuk bertindak bagi Eropa.