1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Suara Pers

Politik Memuji Media Mengkritik

Pemilihan Herman Van Rompuy sebagai Presiden tetap Dewan Eropa dan Catherine Ashton sebagai utusan tinggi luar negeri Uni Eropa kurang ditanggapi positif oleh media cetak internasional

Politik memuji, media mengkritik.

Harian Swedia, Aftonbladet yang terbit di Stockholm berkomentar:

„Herman Van Siapa? Tidak, pada prinsipnya di luar Belgia belum pernah ada yang mendengar tentang dia. Dengan penunjukannya, Uni Eropa melewatkan peluang historis. Eropa tetap akan berbicara dengan dirinya sendiri, ketimbang didengarkan oleh orang lain.“

Uni Eropa mengenakan kostum kelabu. Demikian tulisan harian liberal kiri Spanyol El Pais

„Uni Eropa tampil terlalu kelabu. Ke-27 negara anggota memilih seorang presiden Dewan Eropa tanpa kualitas pemimpin dan menghadiahi Inggris sektor politik luar negeri. Hanya satu fakta bahwa keputusan diambil dengan cepat adalah kabar baik. Sebaliknya bagi para pendukung Eropa, hasilnya mengecewakan. Van Rompuy dan Ashton adalah sosok kelabu dan tidak dikenal. Nominasi mereka akan mengakibatkan warga semakin mengambil jarak terhadap institusi-institusi Uni Eropa.“

Harian Italia Corriere della Sera juga mengkritik keputusan untuk dua jabatan penting Uni Eropa tersebut

„Tentu tidak mudah mempraktekkan sebuah perjanjian yang begitu diinginkan dan kini akhirnya dapat segera diberlakukan. Tapi Eropa hari Kamis lalu, setidaknya berhasil menugaskan seorang pria dan seorang perempuan tidak dikenal untuk kedua jabatan top tersebut. Apa yang terjadi di Brussel tersebut juga merupakan pukulan bagi Italia, karena gagalnya Massimo D’Alema. Tapi lebih dari itu, ini adalah pernyataan kapitulasi Eropa.“

Sementara harian Inggris „The Independent“ berkomentar

„Eropa secara diam-diam kembali pada haluan lamanya. Sebuah permainan yang sudah diatur antara Perancis dan Jerman dengan keuntungan Belgia. Itu seperti apa yang dulu selalu terjadi, seolah-olah Swedia, Polandia dan negara lainnya tidak pernah memasuki klub tersebut. Memang tidak tampak asap putih, tapi gaya diam-diam seperti yang ditampilkan ke-27 demokrasi yang bangga dengan tercapainya keputusan itu, membuat Vatikan hampir kelihatan transparan.“

Dan komentar harian Belgia La Libre Belgique tentang terpilhnya Perdana Menteri Belgia Herman Van Rompuy sebagai presiden tetap Dewan Eropa

„Calon eks Perdana Menteri Belgia itu tidak akan menjadi anjing pudel negara-negara anggota Uni Eropa. Orang hanya dapat memberi selamat atas terpilihnya Van Rompuy dengan suara bulat sebagai presiden pertama Dewan Eropa. Karena pemilihan ini termasuk isyarat paling berani yang dikirimkan Uni Eropa dalam beberapa tahun terakhir. Dapat diharapkan dari Van Rompuy bahwa ia akan tetap bertahan pada metode kebersamaan, yang merupakan pola dasar pembangunan Eropa.“

Artikel lainnya