AS perlu Cina untuk menghadapi masalah global. Cina perlu pasar AS untuk menjual produknya.
Harian Jerman Frankfurter Allgemeine Zeitung menyoroti kunjungan presiden AS Barack Obama ke Cina dan menulis:
Mantra yang baru berbunyi: Cina kuat dan bakal jadi lebih kuat. Untuk menanggulangi krisis ekonomi global, kontribusi Cina sangat dibutuhkan. Ini memang benar. Karena itu, himbauan yang dilayangkan presiden Amerika Serikat kepada penguasa di Beijing tepat. Mereka di masa depan perlu memainkan peran lebih besar di panggung politik internasional. Maksudnya: mengambil alih tanggung jawab. Sehubungan dengan setumpuk masalah, presiden China Hu Jintao dengan jelas menyerukan pada Barack Obama agar menentang proteksionisme. Ini langkah tepat dan legitim, sebab di Amerika Serikat saat ini memang sedang menyebar virus proteksionisme. Tapi ini juga mengungkapkan situasi kritis Cina. Ia membutuhkan pasar terbuka agar bisa mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Ini perlu untuk mengendalikan situasi sosial di dalam negeri.
Harian Austria die Presse mengulas tentang perundingan di belakang layar untuk mengisi jabatan-jabatan penting di pucuk Uni Eropa. Yaitu jabatan Presiden Dewan Eropa dan Wakil Tinggi Urusan Luar Negeri. Harian ini menulis:
Ini kejadian menyedihkan. Dagang sapi yang dilakukan para pimpinan Uni Eropa sehubungan dengan posisi puncak itu, menguatkan klise yang selama ini ada pada masyarakat. Bahwa Uni Eropa adalah sebuah institusi raksasa, di mana keputusan-keputusan di ambil dalam perundingan kamar belakang, sehingga sulit dipahami publik. Bahwa Uni Eropa dengan 27 anggota dengan latar belakang begitu berbeda, harus mencapai sepakat, itu wajar. Bahwa kandidat kontroversial seperti mantan PM Inggris Tony Blair tidak diterima, dapat dipahami. Tapi jika kepentingan nasional jadi kriteria utama untuk mengisi kedua jabatan itu, ini patut disayangkan
Harian Perancis Liberation berkomentar:
Penunjukkan seorang presiden dan menteri luar negeri Uni Eropa bisa jadi langkah penting menuju integrasi yang lebih kuat di Eropa. Namun beberapa negara yang ingin mempertahankan posisi dominannya sedang menggerogoti substansi reformasi ini. Karena khawatir kedua jabatan itu bisa punya bobot terlalu besar, mereka ingin mengisinya dengan figuran-figuran saja.
Harian Spanyol El Mundo menyoroti pembebasan awak kapal Spanyol Alakrana oleh para penculiknya di Somalia. Mereka bebas setelah Spanyol membayar uang tebusan jutaan Euro kepada pembajak. El Mundo menulis:
Jika mendengar pernyataan pemerintah Spanyol, orang seharusnya merayakan pembebasan 36 awak kapal Alakrana sebagai kemenangan atas pembajakan. Tapi kenyataan justru sebaliknya. Para pembajak meninggalkan kapal setelah menerima uang tebusan dalam jumlah besar. Akhir drama penculikan ini merupakan celaan bagi Spanyol. Negara industri ke sepuluh terbesar dunia, dilengkapi dengan kapal perang modern dan akses pada satelit Amerika Serikat, dikalahkan oleh segelintir bandit dan serdadu bayaran.
HP/AP/dpa/afp