1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Iptek

Uang dan Kebahagiaan

Uang seperti air laut, maik banyak diminum makin haus.

Menimbang rumitnya kaitan sebab akibat antara uang dan kebahagiaan, pakar psikologi dari Universitas Vancouver di Kanada, Lara Ankin mencoba melakukan analisis dengan pendekatan berbasis dua paham pemikiran. Ankin menghubungkan dua parameter umum. Pertama aksioma, uang saja tidak membuat bahagia. Dan kedua aksioma bahwa manusia mengharapkan hubungan sosial yang baik. Ankin berspekulasi, mungkin saja uang dapat membuat manusia bahagia, jika mereka menggunakannya secara sosial. Lara Ankin melakukan penelitian dan sekaligus ujicoba menyangkut kaitan uang dan rasa bahagia ini :

Lara Ankin menjelaskan : “Kami mewawancari 16 pegawai sebuah perusahaan di Boston, yang baru saja menerima bonus. Kami mengukur tingkat kebahagiaan mereka sebelum menerima bonus dan 8 minggu sesudahnya, setelah mereka membelanjakan uangnya. Hasilnya, mereka yang membelanjakan uangnya untuk orang lain, jauh lebih bahagia ketimbang mereka yang membelanjakan uangnya hanya untuk diri sendiri. Hasil serupa juga ditunjukan dalam penelitian di kampus. Kami memberi mahasiswa uang sebesar lima atau 20 Dolar. Malamnya kami telefon mereka. Hasilnya, para mahasiswa yang menggunakan uangnya untuk diri sendiri, tidak peduli yang diberi lima ataupun 20 Dolar, merasa kurang bahagia dibanding mahasiswa yang juga membagi uangnya dengan orang lain.“

Artinya, uang juga dapat membuat manusia bahagia. Dengan syarat, kita mengendalikan pembelanjaannya agar memiliki fungsi sosial. Mengapa begitu, psikolog Lara Ankin menjelaskan lebih lanjut : “Mungkin hal ini berkaitan dengan perasaan percaya diri dari pemberi. Atau dengan itu mereka berbagi waktu dengan yang lainnya, atau juga dengan begitu hubungan yang sudah terjalin diperkuat. Diduga hal itu menimbulkan perasaan aman, yang pada gilirannya membuat bahagia. Saya yakin, fenomena ini tidak dapat diterangkan hanya dari satu penyebab saja. Disini banyak hal memainkan peranan.“

Jadi, pepatah uang tidak membuat bahagia, harus sedikit dikoreksi. Uang dapat membuat bahagia, dalam persyaratan tertentu. Yakni, jika digunakan untuk meningkatkan hubungan sosial yang meningkatkan rasa percaya diri. Namun kaitan antara berbagai faktornya amat rumit, sehingga pengukurannya secara empiris juga lebih sulit.