Sebagai wakil kepala redaksi Indonesia, dialah orang yang paling bertanggung jawab mengurus Program Indonesia di Deutsche Welle. Pengalamannya di dunia jurnalistik dimulai dari media cetak. Waktu itu, ia juga sudah menulis tentang Indonesia untuk berbagai media cetak Jerman.
Kira-kira tahun 1997, Hendra memulai karirnya di dunia jurnalistik radio sebagai freelancer terutama di bidang Asia. Menjelang pelaksanaan referendum di Timor Timur tahun 1999, Hendra sering mengirimkan laporan untuk Deutsche Welle. Di tahun yang sama pula, Hendra resmi bergabung dengan Deutsche Welle sampai sekarang.
Ketertarikan Hendra untuk bergabung dengan Deutsche Welle karena berita-berita internasional yang disiarkan oleh Deutsche Welle. Apalagi di tahun 1998, perkembangan politik di Indonesia mulai dinamis, sehingga dunia internasional pun mulai memperhatikan Indonesia. Pemberitaan radio yang lebih spontan dan gamblang juga salah satu poin lain yang membuat Hendra meninggalkan media cetak yang menurutnya lebih analitis.
Nonton dan jalan-jalan adalah dua hobi yang dilakukan Hendra di waktu luangnya. Berhubung sebagian besar film di Jerman sudah melalui proses dubbing - pengalihan suara, Hendra sekarang lebih memilih untuk menonton lewat DVD. Koleksi DVD di rumahnya pun sekarang ini sudah banyak sekali.
Menelusuri perjalanan darat dari Eropa ke Asia menjadi keinginan Hendra yang suatu saat ingin dapat dilakukannya.