1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Kerusakan Ekologi Lautan Rugikan Trilyunan Dollar

21 Maret 2012

Riset terbaru menunjukkan, kerusakan ekologi lautan dapat menyebabkan kerugian hingga 2 trilyun US Dollar. Faktor-faktor beban lingkungan bersinergi memicu kerusakan lebih parah.

https://p.dw.com/p/14OYf
Foto: picture-alliance / dpa

Polusi, penangkapan ikan berlebihan serta perubahan iklim merupakan faktor-faktor beban lingkungan yang saling memperkuat. Efeknya jauh lebih hebat dibanding perkiraan semula. Demikian laporan terbaru penelitian lautan global dari institut lingkungan Stockholm-SEI.

"Bukan hanya dampaknya yang merupakan penjumlahan dari faktor-faktor bagiannya. Tapi faktor-faktor itu juga dapat saling melipat gandakan dampaknya", kata Kevin Noone, direktur sekretariat untuk sains sistem lingkungan global di Swedia, yang juga editor laporan kelautan terbaru "Valuing the Ocean".

Faktor stress lainnya adalah naiknya keasaman air laut, akibat pembentukan unsur karbon, serta hipoksia, yang dipicu residu pupuk sehingga terjadi ledakan pertumbuhan ganggang raksasa yang menurunkan drastis kadar oksigen dan menciptakan kawasan mati di lautan.

Flash-Galerie Die Wunder der Natur
Biota lautan terancam polusi dan penangkapan ikan berlebihan.Foto: Fotolia/vlad61_61

Noone menunjukan terumbu karang sebagai contoh. Koloninya tumbuh dekat pantai, dan seringkali terpapar cemaran limbah kimia, keasaman serta dampak aktivitas manusia. "Jika kita imbuhkan semua ancaman itu secara bersama, kita akan melihat bahwa ketahanan terumbu karang menurun lebih cepat, dibanding jika kita hanya menjumlahkan semua efeknya", papar Noone.

Kerugian ekonomi

Terkait kerusakan ekologi lautan itu, SEI juga menghitung kerugian ekonominya pada abad ini. Caranya dengan membandingkan ongkos ekonomi jika kita tidak melakukan apa-apa untuk mengerem perubahan iklim dengan ongkos untuk membatasi pemanasan global pada tingkat 2,2 derajat, atau mendekati target panel iklim internasional pada tingkat 2 derajat Celsius.

Skenario tidak melakukan tindakan apa-apa, diproyeksikan menimbulkan kerugian hampir 2 trilyun US Dollar. Sedangkan skenario alternatif, dimana dunia berusaha keras menurunkan emisinya, dapat mengurangi kerugian ekonominya hingga 1,4 trilyun US Dollar.

Koralle Korallenriff Belize
Terumbu karang amat rentan terhadap dampak pemanasan global.Foto: picture-alliance/dpa

"Hitungan ini, baru sebagian dari gambaran keseluruhan", kata Frank Ackerman, direktur kelompok ekonomi iklim SEI. "Tapi hitungan itu menunjukkan, porsi kerugian ekonomi yang dapat dihindarkan dari kerusakan lingkungan di masa depan", paparnya.

Hitungan ekonomi riset itu, melibatkan neraca dari lima kategori dari hilangnya nilai kelautan global. Yakni dari sektor perikanan, pariwisata, naiknya muka air laut, badai serta kapasitas lautan untuk menyerap unsur karbon.

"Tapi ada satu faktor penting lainnya yang sulit dihitung nilai ekonominya", kata Noone. Yakni, kadar oksigen yang dilepaskan organisme yang hidup di lautan. "Kita tidak memiliki harga jual bagi oksigen, seperti halnya harga jual unsur karbon. Padahal itu amat penting", tambahnya.

Untuk mencari solusi masalah ekologi kelautan serta dampak kerugian ekonominya, SEI menyarankan pendekatan holistik dari para pembuat kebijakan. Strukturnya harus dilihat sebagai sebuah kesatuan, dan tidak bisa mengambil atau memisahkan masing-masing faktornya dari ekosistem.

Holly Fox/Agus Setiawan

Editor : Vidi Legowo-Zipperer