CAIRO: Liga Arab menyerukan dibentuknya misi kerjasama Arab-PBB bagi Suriah. Usul itu disampaikan Minggu kemarin (12/02) bagi Dewan Keamanan PBB. Misi itu bertugas menjaga perdamaian. Di samping itu Liga Arab juga memutuskan untuk membubarkan tim pemeriksanya. Demikian resolusi Liga Arab yang disetujui para menteri. Resolusi itu juga menyerukan "pembukaan komunikasi dengan oposisi Suriah, dan penyediaan dukungan baik politis maupun material". Resolusi terakhir itu dirumuskan dalam pertemuan di Kairo. Selain itu, resolusi Liga Arab juga menyerukan oposisi Suriah untuk bersatu. Menurut resolusi, kekerasan terhadap warga sipil di Suriah melanggar hukum internasional dan "yang melanggar harus dihukum". Resolusi itu menegaskan seruan bagi negara-negara Arab untuk menetapkan sanksi ekonomi terhadap Suriah dan pemutusan hubungan diplomatis dengan Damaskus.
ATHENA: Anggota parlemen Yunani memulai debat soal langkah penghematan ketat, yang dibutuhkan negara itu agar bisa memperoleh pinjaman sejumlah 130 triliun Euro dari Uni Eropa dan Dana Moneter Internasional (IMF), serta mencegah kebangkrutan negara. Parlemen juga akan meneliti kemungkinan kesepakatan pertukaran obligasi dengan kreditor swasta, yang memungkinkan Yunani mengurangi sedikitnya 100 triliun dari utangnya yang berjumlah 360 triliun Euro. Puluhan ribu demonstran berkumpul di lapangan di depan gedung parlemen selama debat berlangsung. Ketika semakin banyak orang berkumpul, beberapa ratus anarkis melemparkan botol dan molotov koktail ke arah polisi. Aparat kemanan kemudian menggunakan gas air mata dan granat kejut untuk menghalau demonstran. Pemerintah mengerahkan sekitar 6.000 polisi ke daerah pusat ibukota Athena.
MANAMA: Aparat keamanan Bahrain menggunakan gas air mata untuk membubarkan demonstran yang berusaha berkumpul di Lapangan Mutiara di ibukota Manama, Minggu kemarin (12/02). Lapangan Mutiara menjadi pusat aksi protes sebulan yang dipimpin kaum Syiah tahun lalu. Beberapa kelompok demonstran, yang terdiri dari beberapa ratus orang berusaha mengadakan aksi protes berjalan dari wilayah Syiah di sekitar Manama menuju lapangan tersebut. Peringatan dimulainya perlawanan jatuh pada hari Selasa mendatang (14/02). Menurut saksi mata, polisi menggunakan gas air mata dan granat kejut yang mengeluarkan suara keras. Sementara demonstran yang menjalankan aksi dengan damai hanya menyanyikan slogan-slogan yang menuntut diadakannya reformasi. Aktivis menyerukan diadakannya demonstrasi hari Minggu, Senin dan Selasa mendatang menuju Lapangan Mutiara. Tahun lalu, aksi protes berakhir setelah berlangsung sebulan akibat kekerasan yang dilancarkan pemerintah.
ANKARA: Kelompok pemberontak Kurdi, PKK, menyatakan Minggu kemarin (12/02), tidak ada anggotanya yang tewas akibat serangan udara yang dilancarkan militer Turki di bagian utara Irak. Seorang juru bicara PKK menyatakan, serangan udara mengakibatkan kerugian di sejumlah pertanian dan desa, tetapi tidak menyebabkan korban tewas. Militer Turki menyatakan kemarin, jet tempurnya telah melancarkan serangan Sabtu lalu (11/02) terhadap sejumlah lokasi yang diduga tempat persembunyian PKK di bagian utara Irak. Kelompok pemberontak itu mengangkat senjata 1984 lalu, untuk memperjuangkan kemerdekaan wilayah di Turki tenggara, yang mayoritas penduduknya Kurdi. Konflik Kurdi sejauh ini menyebabkan sekitar 45.000 orang tewas.
LOS ANGELES: Dunia musik dipenuhi duka cita akibat meninggalnya bintang kenamaan Whitney Houston. Ia meninggal di sebuah hotel mewah di Los Angeles, malam hari menjelang penyerahan penghargaan musik Grammy Awards. Penyebab meninggalnya penyanyi kondang tersebut sejauh ini belum diketahui. Meninggalnya Houston pada usia 48 tahun menyebabkan penyerahan Grammy Awards tahun ini diselubungi perasaan duka. Whitney Houston yang mendapat penghargaan Grammy Awards enam kali, rencananya akan tampil dalam acara Minggu malam. Houston berhasil menjual lebih dari 170 juta album, single dan video di seluruh dunia.
ASHGABAT: Turkmenistan mencatat jumlah besar pemberi suara dalam pemilu, yang menetapkan Presiden Gurbanguly Berdymukhamedov tetap memangku jabatan untuk periode legislatur berikutnya. Pemimpin otoriter di negara Asia Tengah yang terisolasi tapi kaya sumber energi itu sudah berada di puncak pemerintahan sejak 2006 lalu. Yaitu sejak meninggalnya diktator eksentrik Saparmurat Niyazov. Selama kampanye ia menghadapi tujuh saingan yang berasal dari kalangan elit. Tetapi mereka tidak berani melontarkan kritik terhadap presiden. Jumlah orang yang memberikan suara mencapai 96%, mengingat pemerintah menyatakan bahwa pemberian suara adalah tugas tiap warga. Turkmenistan menyatakan pemilu ini menjadi langkah baru dalam program reformasi demokratis. Pertengahan tahun lalu, Presiden Berdymukhamedov berjanji akan mengikutsertakan oposisi murni. Janji itu tampaknya tidak dipenuhi.