1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

jejaring sosial

Deutsche Welle mengajak Anda untuk berdialog bersama di Twitter dan Facebook.

  • Bencana

    Nakba - Eksodus Warga Palestina

    Bencana

    Berdirinya negara Israel pada tahun 1948 bagi warga Palestina menjadi awal pelarian, pengusiran dan perampasan. Tanggal 15 Mei setiap tahunnya warga Palestina mengusung kunci sebagai simbol hak untuk kembali ke tanah air leluhur mereka. Bagaimana bencana ini terjadi, yang membuat rakyat Palestina masih menjadi pengungsi?

  • Tanah yang Dijanjikan

    Nakba - Eksodus Warga Palestina

    Tanah yang Dijanjikan

    Akhir abad ke 19 di Eropa muncul paham Zionis – di Palestina harus berdiri tanah air bagi warga Yahudi. Salah satu pelopor ideologi ini adalah Theodor Herzl dengan bukunya yang berjudul Negara Yahudi. Semakin banyak warga Yahudi yang pindah ke Palestina. Banyak dari mereka meniggalkan Eropa akibat berkembangnya anti semitisme, terutama di masa Nazi Jerman.

  • Mandat bagi Palestina

    Nakba - Eksodus Warga Palestina

    Mandat bagi Palestina

    Dalam kurun waktu yang lama, Palestina merupakan bagian dari Kekaisaran Ottoman. Tahun 1917 Inggris menguasai Palestina. Lima tahun kemudian Liga Bangsa Bangsa mengeluarkan mandat resmi. Terbentuknya „tanah air“ Yahudi semakin dekat. Tahun 1917, Inggris bahkan telah berjanji lewat Deklarasi Balfour untuk membantu Zionis dalam pembentukan sebuah negara.

  • Pemberontak Arab

    Nakba - Eksodus Warga Palestina

    Pemberontak Arab

    Masuknya imigran Yahudi di Palestina menyebabkan ketegangan antara Arab dan Yahudi. Ketegangan meningkat menjadai bentrokan berdarah dengan puncaknya pada tahun 1936 saat warga Arab Palestina melakukan pemberontakan. Pemukiman milik warga Yahudi dan Inggris diserang. Tiga tahun kemudian pasukan Inggris melumpuhkan pemberontak.


  • Serangan terhadap Hotel King David

    Nakba - Eksodus Warga Palestina

    Serangan terhadap Hotel King David

    Di awal tahun 1930 an muncul berbagai kelompok milisi dan teroris Zionis di awal tahun 1930 an. Pada masa Perang Dunia II mereka melakukan berbagai serangan dengan target fasilitas Inggris dan Arab. Salah satunya dalah Hotel King David di Yerusallem, markas Inggris di Palestina. Tanggal 22 Juli 1946, sebuah bom diledakkan kelompok teroris Irgun menewaskan 91 orang.

  • Rencana Pembagian

    Nakba - Eksodus Warga Palestina

    Rencana Pembagian

    Menurut rencana PBB di tahun 1947, Palestina akan dibagi dua menjadi negara Yahudi dan Arab dan Yerusalem dikelola internasional. Rencana ini diterima pihka Yahudi tapi ditolak pihak Arab, karena dianggap pembagian ini tidak adil. Walaupun warga Yahudi hanya sepertiga dari jumlah penduduk Palestina, mereka mendapatkan lebih dari setengah wilayah Palestina.

  • Pembantaian Deir Yassin

    Nakba - Eksodus Warga Palestina

    Pembantaian Deir Yassin

    Yahudi dan Arab berjuang tanpa henti memperebutkan kekuasaan di Palestina. Tanggal 9 April 1948, kelompok paramiliter Yahudi, yang dipimpin oleh Menachem Begin, yang nantinya menjadi perdana menteri Israel, menyerang Deir Yassin, sebuah desa warga Arab. Serangan yang dikenal sebagai Pembantain Deir Yassin ini menewaskan sekitar 100 orang, kebanyakan warga sipil.

  • Satu Negara Baru Berdiri

    Nakba - Eksodus Warga Palestina

    Satu Negara Baru Berdiri

    Tanggal 14 Mei 1948 madat Inggris di Palestina berakhir. Pada hari yang sama David Ben Gurion memproklamirkan negara Israel. Tiga tahun setelah Holocaust, berabad-abad setelah diskriminasi dan penganiayaan, negara Yahudi yang baru terbentuk menjanjikan kemerdekaan dan keamanan. Namun tidak lama kemudian perang kembali berkobar.

  • Perang Israel Arab

    Nakba - Eksodus Warga Palestina

    Perang Israel Arab

    Pasukan Arab tidak mampu menandingi tentara Israel yang baru terbentuk, yang mendapat bantuan persenjataan dari Eropa Timur. Tidak memiliki persenjataan yang memadai dan tanpa komando militer pusat, pasukan Arab terdesak.

  • Pengungsian dan Pengusiran

    Nakba - Eksodus Warga Palestina

    Pengungsian dan Pengusiran

    Wilayah warga Arab jatuh satu demi satu ke tangan Israel. Ratusan ribu orang melarikan diri atau diusir oleh milisi Israel. Beberapa ratus desa Arab dikosongkan. Pertengahan 1949, pasukan Arab dan Israel menyepakati gencatan senjata.

  • Pengungsi Palestina

    Nakba - Eksodus Warga Palestina

    Pengungsi Palestina

    Lebih dari 700.0000 warga Palestina menemukan tempat bernaung di kamp-kamp pengungsi, yang tersebar di Libanon, Suriah, Yordania, Tepi Barat dan Jalur Gaza. Dengan sia-sia, PBB mendesak dapat kembalinya pengungsi ke rumah mereka. Masalh pengungsi Palestina tetap belum terselesaikan. Sekarang terdapat lebih dari 4 juta pengungsi Palestina.

  • Heimat in Trümmern

    Nakba - Eksodus Warga Palestina

    Heimat in Trümmern

    Israel legalisierte die Enteignung und Konfiszierung von palästinensischem Grundbesitz. Mehrere hundert arabische Dörfer wurden daraufhin dem Erdboden gleichgemacht, wie hier der Stadtteil al-Manshiya in Jaffa. Die entvölkerten Gebiete wurden oft zur Neubesiedlung an jüdische Einwanderer vergeben. In der offiziellen Geschichtsschreibung Israels spielt die Nakba keine Rolle.


    Author: Michael Hartlep | Editor: Y. Farid/A. Purwaningsih