1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Bo Xilai Melawan

22 Agustus 2013

Bekas bintang politik Cina yang jatuh, Bo Xilai membela diri dengan marah saat menghadapi pengadilan paling politis di Cina selama puluhan tahun terakhir, sambil menyebut dirinya dijebak dalam kasus tersebut.

https://p.dw.com/p/19UTt
Foto: Reuters/China Central Television

Bekas pimpinan Partai Komunis Cina (PKC) berusia 64 tahun, di kota Chongqing itu dituduh secara ilegal mengambil uang hampir 4,4 juta dollar Amerika, korupsi dan menyalahkangunakan kekuasaan dan hampir pasti akan dinyatakan bersalah.

Tapi bantahan penuh warna dari Bo atas salah satu tuduhan dan bahasa keras yang ia sampaikan dalam penampilan publik pertamanya sejak terlempar dari kekuasaan awal tahun lalu, memperlihatkan bahwa ia tidak akan membiarkan proses persidangan ini berjalan sesuai skenario para master politik Cina.


Perpecahan ideologi

Presiden Xi Jinping yang sedang mencari dukungan dari PKC seiring upayanya mendorong reformasi ekonomi, menginginkan pengadilan Bo akan berakhir cepat dan tidak menimbulkan keributan.

Kejatuhan Bo telah menghadapkan para pendukungnya yang berhaluan Mao dan menginginkan program-program kesetaraan sosial, berhadapan dengan para pengambil kebijakan di Beijing yang memilih jalan pasar. Perseteruan itu mengungkapkan perpecahan di dalam PKC dan juga masyarakat Cina.

Pengadilan atas Bo merupakan puncak rangkaian skandal politik sejak skandal politik terbesar di Cina pada tahun 1976 yang ditandai jatuhnya “Geng Empat” di akhir Revolusi Kebudayaan.

Tampil muram,  Bo yang rambutnya kelihatan  masih dicat hitam dan bercukuran bersih, berdiri tanpa diborgol sebagaimana gambar yang dikeluarkan pengadilan. Ia berpakaian kemeja putih lengan panjang dengan tangan bersilang di depan, diapit dua polisi.

Media asing tidak diperbolehkan menghadiri persidangan, dan pembelaan Bo hanya muncul di microblog resmi pengadilan, yang kemungkinan besar sudah sangat banyak di-edit. Namun demikian, transkrip itu telah memperlihatkan tingkat keterbukaan yang tidak pernah terjadi sebelumnya di dalam sistem peradilan Cina.

“Mengenai soal Tang Xiaolin yang memberi saya uang tiga kali, saya memang pernah mengakuinya, tapi itu bertentangan dengan keinginan saya selama pemeriksaan atas diri saya di Komisi Pemeriksaan Dispilin Pusat,“ kata Bo merujuk pada lembaga anti rasuah di PKC.


Melawan

“(Saya) bersedia menanggung tanggung jawab hukum, tapi pada saat itu saya tidak tahu situasi terkait masalah ini: pikiran saya sedang kosong,“ tambah dia.

Bo dituduh menerima sekitar 3,45 juta dollar uang suap dari Xu Ming, seorang pengusaha yang merupakan kawan dekatnya dan kini sedang berada di tahanan, serta Tang Xiaolin, manajer umum perusahaan ekspor yang berbasis di Hong Kong: Dalian International Development Ltd, demikian dinyatakan pengadilan.

Bo menyebut Tang sebagai “anjing gila“ yang ingin “menjebak saya demi kepentingan dirinya”.

“Bukti ini tak ada hubungannya dengan kejahatan saya,” kata Bo. ”Saya ditipu, saya pikir dulu, itu semua adalah bisnis resmi.”

Bo menerima suap melalui istrinya, Gu Kilai, dan anaknya Bo Guagua, demikian kata pengadilan merujuk kepada surat dakwaan.

Ini adalah pertama kalinya pengadilan menyebut nama anak Bo. Guagua kini sedang berada di Amerika, untuk mengejar gelar sarjana hukum di Universitas Columbia.

Bukti tertulis dari Gu ditampilkan di pengadilan di mana istri Bo itu mengaku melihat uang tunai di lemari besi di dua rumah mereka, yang jumlahnya sesuai dengan nilai suap yang dituduhkan telah diberikan Tang kepada Bo.“

Bo mengatakan kesaksian itu “menggelikan“.

Bahasa yang dipakai Bo menunjukkan bahwa ia akan melawan tuduhan atas dirinya.

Juru bicara pengadilan Liu Yanjie mengatakan Bo “secara emosi stabil dan sehat secara fisik” selama persidangan.

Menandai dukungan popular atas Bo, sejumlah orang menggelar protes di luar ruang pengadilan untuk hari kedua untuk mengecam apa yang mereka katakan sebagai penghukuman dengan motif politik. Polisi dengan cepat membubarkan mereka.

ab/hp (rtr,ap,afp)