1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Berlusconi Kerja Sosial di Rumah Jompo

15 April 2014

Silvio Berlusconi akan melakukan pekerjaan sosial di rumah jompo. Pengadilan Italia memutuskan, bekas PM Italia itu akan melakukan pelayanan sosial selama satu tahun.

https://p.dw.com/p/1BiL8
Foto: Olivier Morin/AFP/Getty Images

Para hakim di pengadilan kota Milan memutuskan, sebagai ganti tahanan rumah Silvio Berlusconi akan melakukan pelayanan sosial di rumah jompo selama satu tahun. Selain itu, Berlusconi tidak bisa melakukan perjalanan ke luar wilayah Lombardy tanpa ijin.

Selama melakukan pekerjaan pelayanan masyarakat, Berlusconi dituntut untuk mengikuti semua aturan. Jika tidak, pengadilan akan memerintahkan penahanan rumah.

Tapi pengadilan di Milan tetap memutuskan aturan jam malam bagi bekas orang kuat Italia itu. Dari pukul 23.00 sampai pukul 06.00 pagi, ia tidak diijinkan meninggalkan rumahnya.

Silvio Berlusconi, 77 tahun, bulan Agustus lalu dijatuhi hukuman empat tahun penjara karena kasus penggelapan pajak. Karena ada aturan amnesti, hukumannya dikurangi tiga tahun.

Tapi Berlusconi tidak perlu mendekam di penjara, karena undang-undang Italia memberi keringanan bagi terpidana diatas 70 tahun untuk menjalani tahanan rumah.

Menghindari tahanan rumah

Pengacara Berlusconi mengajukan permohonan agar kliennya diijinkan melakukan pelayanan sosial, sehingga ia tidak terikat pada tahanan rumah. Tadinya Berlusconi ingin melakukan kerja sosial di rumah cacat dekat rumahnya di Milan. Tapi para hakim memutuskan, ia harus bekerja di panti jompo.

Silvio Berlusconi dikeluarkan dari parlemen Italia tahun lalu setelah resmi menjadi terhukum. Ia juga dilarang mengisi jabatan publik. Selain itu, ia dilarang berhubungan dengan para tersangka lain dalam kasus hukumnya. Sejak tahun 2013, paspor Berlusconi ditahan, sehingga milyarder media itu tidak bisa melakukan perjalanan ke luar negeri.

Silvio Berlusconi tadinya ingin ikut melakukan kampanye untuk partainya, Forza Italia, menghadapi pemilu Eropa bulan Mei mendatang. Masih belum jelas, apakah ia bisa melakukan itu dengan status hukumnya saat ini.

Selain kasus penggelapan pajak, Berlusconi masih menghadapi beberapa kasus lain di pengadilan. Antara lain skandal seks dengan perempuan di bawah umur. Sekalipun terjerat banyak kasus, raja media itu masih tetap populer di kalangan pemilih Italia.

hp/vlz (afp, rtr, dpa)