1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Atlet Jerman Dibantu Pakar Sains

Andreas Neuhaus18 April 2014

Di Jerman, atlet tidak hanya unggul berkat latihan secara teratur dan fasilitas yang memadai. Dunia olahraga juga didukung penelitian ilmiah. Sejumlah cabang olahraga memiliki pakar sains tersendiri.

https://p.dw.com/p/1BkiV
Foto: DW

Salah satu cabang yang diteliti adalah biathlon yang mempertandingkan dua cabang olahraga, yakni ski lintas alam dan menembak.

200 detak jantung per menit saat lari, konsentrasi total saat menembak - ini daya tarik biathlon. Tapi pada posisi menembak sambil berdiri, atlet profesional sekalipun sering tak kena sasaran. Juara dunia Arnd Peiffer dan para atlet olimpiade lainnya memanfaatkan peneliti olahraga di Jerman untuk memperbaiki prestasinya.

Arnd Peiffer mewakili Jerman pada Piala Dunia Biathlon 2014 di Slovenia
Arnd Peiffer mewakili Jerman pada Piala Dunia Biathlon 2014 di SloveniaFoto: picture-alliance/dpa

Peneliti olahraga Dirk Siebert mengembangkan sistem analisa yang paling komprehensif di Universitas Leipzig. Sebelum pergi ke lapangan tembak, atlet biathlon Felix Huber harus terlebih dahulu dibuat selelah mungkin.

"Ini penting, bahwa atlet diberi beban layaknya dalam kompetisi menembak. Dengan kondisi lelah, atlet lalu pergi ke arena tembak," jelas Siebert.

Gaya menembak

Setelah beberapa putaran, menjadi lebih sulit untuk menembak jitu. Kaki dan tangan, artinya juga senapan mulai bergoyang.

"Di sini kita bisa mendiagnosa berbagai gaya yang bekerja pada senapan saat menembak," ungkap Siebert. "Ada gaya tarik pada pelatuk, tekanan pada popor dan perubahan arah pada moncong senapan. Ini kita ukur secara online dan tentunya atlet mendapat feedback langsung."

Seberapa besar gaya yang dikeluarkan atlet pada pelatuk dan popor, ikut menentukan gerakan saat menembak. Karena hasil tembakan tergantung dari gerakan atlet.

Membuat senjata benar-benar statis tentu tidak mungkin. Itulah mengapa Siebert menganalisa gaya dan membuat evaluasinya dikaitkan dengan gerakan saat menembak.

Arena menembak dipersiapkan untuk Olimpiade Sochi 2014
Arena menembak dipersiapkan untuk Olimpiade Sochi 2014Foto: Getty Images

Kekuatan mental

Seberapa stabil kaki-kaki seorang atlet? Ini juga diukur Siebert. Seperti juga mengukur sudut kaki, posisi tubuh dan tangan atlet saat menembak. Posisi yang optimal harus ditemukan dan dilatih terus. Siebert perlu tahunan untuk membangun fasilitas ini. Begitu selesai, Siebert terkejut betapa kompleks semuanya.

"Dalam literatur yang relevan bisa ditemukan petunjuk rinci, bagaimana cara menembak yang benar," tuturnya. "Tapi banyak detail, kerumitan, parameter teknis lainnya, agar pada momen tembakan, hasilnya juga dapat direalisasikan. Ini pengetahuan penting bagi saya."

Namun bukan berarti sains secara otomatis membuat atlet selalu bisa menembak jitu. Tapi hasil analisa memberikan kekuatan mental.

Sang atlet biathlon Felix Huber berbagi, "Kami merasa lebih yakin saat menembak pada kompetisi. Begitu terjun ke turnamen, kami lebih percaya diri, bahwa kami melakukan hal yang tepat. dan juga mendapat penegasan di lokasi pengukuran."

Kesuksesan seorang atlet biathlon hampir selalu ditentukan pada arena tembak. Karena setiap tembakan yang meleset, atlet dikenai penalti atau terkena penalti waktu. Kalau sudah begitu, ia akan tertinggal oleh pesaingnya dalam kompetisi.