1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Aksi Protes di India Berlanjut

dk/ap (dpa, afp,ap, rtr)31 Desember 2012

Warga dan berbagai klub di India membatalkan perayaan tahun baru. Mereka berkabung atas meninggalnya mahasiswi korban perkosaan. Jenazahnya telah dikremasi. Sementara warag melanjutkan aksi protes.

https://p.dw.com/p/17B2a
epa03519715 Indian protester lights candles during an evening rally to mourn a gang rape victim in New Delhi, India on 29 December 2012.  The woman, who was gang-raped and beaten by a group of men in a moving bus in the Indian capital on December 16, died early Saturday in a Singapore hospital. EPA/HARISH TYAGI +++(c) dpa - Bildfunk+++
Indien Vergewaltigungsopfer wird eingeäschertFoto: picture-alliance/dpa

India diliputi kesedihan dan kemarahan setelah meninggalnya mahasiswi korban pemerkosaan. Perempuan (23) itu meninggal akibat luka yang dideritanya, setelah diperkosa secara brutal oleh sejumlah pria di New Delhi.

12 hari setelah diperkosa secara brutal dalam bus kota, mahasiswi India meninggal akibat luka-lukanya Sabtu (29/12) pagi. Menurut keterangan rumah sakit di Singapura yang merawatnya, perempuan berusia 23 tahun itu mengalami kegagalan sejumlah organ tubuh. Perempuan yang menderita luka dalam parah tersebut, Rabu (26/12) malam diterbangkan ke sebuah rumah sakit khusus di Singapura. Selain diperkosa di dalam bus umum oleh enam pria di New Delhi (16/12), perempuan itu dipukuli dengan besi dan dilempar keluar dari bus yang sedang melaju. Menurut keterangan para dokter, ia mengalami luka di otak, infeksi pada paru-paru dan organ tubuh serta mengalami henti jantung.

Indians maintain two minutes' silence to mourn the death of the 23-year-old gang rape victim in New Delhi, India , Saturday, Dec. 29, 2012. The young Indian woman who was gang-raped and severely beaten on a bus in New Delhi died Saturday at a Singapore hospital, after her ordeal galvanized Indians to demand greater protection for women from sexual violence that impacts thousands of them every day. The placards say 'ensure safety of women', 'give justice to Damini', Damini being one of several names given to the rape victim by protesters, and 'hang the rapists'. (AP Photo/ Saurabh Das)
Kasus pemerkosaan picu aksi demonstrasiFoto: dapd

Demonstran Tuntut Perlindungan Perempuan

Sejak kasus pemerkosaan itu (16/12) di berbagai kota India terjadi demonstrasi menentang pemerkosaan dan mengritik kurangnya perlindungan bagi perempuan dari kekerasan seksual. Dalam serangkaian aksi protes, terjadi bentrokan hebat antara demonstran dengan polisi. Lebih dari 100 orang luka-luka dan seorang petugas polisi tewas.

Para demonstran di India menuntut keadilan sehubungan tewasnya korban pemerkosaan tersebut. Selain itu mereka mengumumkan meneruskan perjuangan menentang kekerasan seksual dan menuntut lebih besarnya hak bagi perempuan. PM India Manmohan Singh menyampaikan kesedihan mendalam atas tewasnya mahasiswi tersebut dan menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga korban.